Loading...
Wednesday, February 15, 2017

Renungan Hari Selasa

Ketika teguran Allah bisa datang dari siapa saja, kapan saja, tanpa diduga sebelumnya.

Nasihat ringan namun kena di hati.

Terima kasih buat ibu yang mengajak aku bercengkerama di Halte Monas dan memberikan aku banyak pelajaran. Di hari ini, untuk kedepannya.

Ketika sedang menunggu bus tujuan Pulogadung di Halte Monas. Datanglah seorang ibu tua keturunan China menyapa aku dan bertanya tentang bus tujuan Ragunan. Perlu disebut China? Bukan rasis, tapi dari itulah kita tahu bahwa nasihat dan ilmu tidak mengenal suku, agama, ras dan antar-golongan. Karena semua SARA mengajarkan suatu kebaikan yang membedakan adalah Tuhan dan cara beribadah.

Dalam menggapai sukses, kita hanya perlu melakukan tiga hal saja.

1. Bersyukur

2. Berdoa

3. Sayang orang tua

Bersyukur adalah cara kita menimati nikmat Tuhan. Segala hal yang telah Allah berikan patut kita syukuri. Kadang kita selalu lupa saat senang dan selalu ingat saat susah, vice-versa. Bersyukur juga merupakan husnuzan pada Allah. Emtah kebahagiaan atau musibah yang kita dapatkan, semuanya adalah cara Allah agar kita menjadi lebih baik. Lebih ditingkatkan derajatnya. Dengan bersyukur, Insya Allah semua perjalanan yang sedang kita tempuh diridhai oleh Allah.

Berdoa adalah cara kita memohon dan memanjatlan keinginan. Hanya Allah-lah yang mampu mengabulkan segala keinginan kita dan Allah lah yang mampu menolak segala keinginan kita. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik di mata Allah, vice-versa. Janganlah pernah mengeluh atas kegagalan karena itu jalan terbaik di mata Allah. Semua harus kita nikmati dan syukuri.

Orang tua adalah orang terdekat dengan kita. Orang yang melahirkan kita, orang yang merawat kita. Orang tua juga yang bertanggungjawab atas masa depan kita. Kita sebagai anak tentu tidak dapat membalas jasa-jasa orang tua, tapi dengan kasih sayang dapat membahagiakan orang tua. Hanya orang tua lah yang selalu mendukung dan mendoakan kita di setiap saat. Cinta mereka hakiki. Kesuksesan kita ada di tangan mereka dan kebagian mereka ada di tangan kita. Merekalah yang membuka jalan dan kita yang harus mampu mengarungi jalan tersebut.

Ketiga kata kunci itu Insya Allah bisa membuka masa depan kita.

Satu nasihat lagi yang membuat aku tersentuh adalah tentang perteman. Manusia di dunia ini sangat banyak. Semua bisa berubah akibat lingkungan. Berhati-hatilah dengan teman karena ada yang menjadi benalu dan ada yang riil. Apabila punya masalah, janganlah bercerita pada teman, ceritalah pada Tuhan.

Hal ini membuat aku agak terketuk hati. Karena aku bertemu ibu itu setelah aku bertemu dengan temanku.

Aku adalah orang yang selalu menjaga pertemanan dan tali silaturahmi. Dalam berteman aku selalu jujur dan sayang. Aku selalu ikhlas dalam menolong siapapun tetapi saat aku dimanfaatkan, aku akan menjauh karena aku tidak suka itu. Perilaku seseorang juga berpengaruh dalam cara berteman.

Real friend cannot betray you.

Itu selalu aku pegang dan memang sudah terbukti. Teman sejati tidak akan pernah mengkhianatimu. Selalu menjaga hubungan dengan baik. Tidak saling memanfaatkan. Alhasil membantu pun dengan senang hati. Tetapi pemanfaatan teman hanya akan menjadi beban di salah satu pundak. Pada akhirnya beban akan memutuskan tali silaturahmi.

Friend is place for sharing your happiness.

Jangan pernah sekali-sekali menceritakan masalah di hadapan tanmu karena mereka bisa melihat sisi lain dalam dirimu yang tidak disukai. Sharing-lah masalah kebahagian. Teman sejati adalah orang yang akan turut bahagia dengan kebahagianmu. Bukan teman apabila ia iri dan dengki atas kebahagianmu.

Choose your best friend with your heart and feeling not from his look.

Ini menjadi pelajaran berharga buat aku. Semua. Terima kasih Ya Allah.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP