Loading...
Sunday, December 25, 2016

Kebahagiaan Akhir Tahun

DUA RIBU ENAM BELAS memang bukan tahun yang membahagiakan buat aku. Naik-turun, pasang-surut aku alami di sepanjang tahun ini. Sedikit kesedihan di tahun 2016 sudah aku ceritakan dalam postingan sebelumnya, begitu pula dengan kebahagian di tahun ini. Terakhir, aku ingin menceritakan kebahagian besar di akhir tahun yang sangat luar biasa. Awalnya aku ingin menyimpan ini saja, tapi gatal juga untuk tidak diceritakan. Niatku cuma untuk berbagi kebahagiaan saja, bukan yang lain, jadi selow aja ya. Hehehe.

Rencana kuliah di tahun 2016 gagal total dikarena beberapa hal. Pertama kerjaanku di konsultan belum beres. Kedua, akibat dari belum beresnya itu, membuat aku lupa untuk mengambil TOEFL sebagai syarat pendaftaran kuliah. Akhirnya tertundalah rencana kuliah di tahun ini. Padahal orang tua sudah siap untuk membiayai itu semua. Orang tua agak kecewa dengan keputusan aku menunda kuliah karena mereka ingin anaknya kuliah dan masih kebiayain. Tapi aku sendiri sudah tak mau menggunakan uang orang tua lagi untuk biaya kuliah, maka dari itu aku putuskan untuk menunda kuliah dan mencari beasiswa dulu.

Setelah aku pindah konsultan dan mendapatkan pekerjaan kontrak yang bisa dikerjakan secara take home, aku semangat mencari beasiswa. Beasiswa yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, yaitu LPDP. Sayangnya, aku gagal administrasi karena nilai TOEFL-ku kurang. Cukup frustasi juga karena disaat beban masalahku memuncak, akupun mengalami kegagalan.

Keinginan kuliah tiba-tiba memuncak bukan tanpa sebab. Ya, karena aku punya beberapa masalah di Bandung, kota tempat aku dibesarkan. Bukan masalah dengan orang tua, tapi dengan beberapa teman. Masalahnya sudah selesai tapi boroknya masih ada. Cara terbaik mempercepat penyembuhan borok ini adalah dengan cara pergi dari Bandung. Aku perlu berada di tempat baru, di tempat asing, untuk mendapatkan ketengan. Rasa sayang aku dengan keluarga pun akan semakin kuat apabila aku jauh dari mereka. Maka dari itu aku bersikukuh untuk pergi dari Bandung bagaimanapun caranya.

Aku teringat, salah satu universitas dalam negeri membuka pendaftaran di semester genap. Aku pun me-lobby orang tuaku untuk mengikuti tes tersebut. Dengan begitu dapat mempercepat kepergian aku dari Bandung. Aku terus meyakinkan mereka kalau aku akan berusaha mencari beasiswa dan mereka hanya perlu mengeluarkan biaya di semester awal saja. Apabila aku diterima beasiswa, uang semester awal sampai semester akhir akan terganti. Aku terus meyakinkan mereka dan mereka setuju. Agak berat juga sih karena aku bukab dari keluarga kaya yang dapat mengeluarkan uang puluhan juta dengan mudah. Tapi akupun akan berusaha mendapatkan beasiswa atau bekerja sambil kuliah untuk mengganti uang kuliah yang dikeluarkan orang tua. Aku berjanji!

Alhamdulillahirabbilalamin, aku berhasil diterima di Universitas Indonesia. Langkah untuk keluar dari Bandung semakin terbuka lebar. Langkah mengobati borok-borok ini semakin mudah. Langkah untuk menuju masa depan yang lebih baik pun terbuka. Tinggal berdoa bagaimana caranya membayar biaya kuliah di semester pertama ini. Semoga dipermudah, begitu pula dengan beasiswa yang baru diumumkan di semester berikutnya. Semoga Allah selalu memberikan cahaya terang di setiap jalan kami dan menuntun di jalan yang lurus dan diridhai. Ini juga menjadi jalan buat aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jauh dari sifat-sifat negatif yang mengurangi niat baik ini.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP