Loading...
Saturday, November 7, 2015

Satu Minggu Sibuk

Sudah cukup lama sekali aku enggak posting blog. Dan semingu ini aku sibuk dengan pekerjaan. Badan udah enggak karuan, capek banget. Tapi ya bagaimana pun harus tetap dijalani. Seperti biasa, aku butuh wahana curahan hati dalam seminggu ini. Hitung-hitung penyegaran agar stress yang selama ini menumpuk bisa terminimalisisr. Hahaha.

Dimulai dari hari Sabtu kemarin. Aku harus ke kantor karena laporan harus segera dicetak. Presentasi laporan akan dilaksanakan Selasa di Papua. Sebenarnya tugas bagianku sudah selesai tapi karena belum jadi sepenuhnya, aku harus di kantor hingga laporannya jadi. And do you know? Aku enggak ngapa-ngapain di kantor cuma main game doang. Sebelumnya aku udah tanyain ke setiap PJ ada yang perlu dibantu apa enggak, tapi PJ tersebut tetap menyanggupi kerjaannya masing-masing. Apa mau dikata lagi. Aku bergadang ngikutin teman yang sedang mengerjakan, sebenarnya lebih enggak enak kalau tidur. Aku enggak kuat bergadang kalau enggak siap. Jam 3 pagi rasa kantuk yang benar-benar hebat menyerang, eh tapi si bos bangun dan menyuruhku ini itu. Minggu siang aku menyempatkan untuk pulang ke rumah, badan sudah ga enak harus mandi. Kembalinya ke kantor, ternyata si laporan belum beres juga. Masih ada bagian yang bolong-bolong. Sempet kesel sama si PJ, dia tuh kerjaannya apa sih? Tapi aku enggak boleh marah, akhirnya aku bantu lengkapi semampu aku. Setelah itu semua beres, aku langsung tinggalin itu kantor walaupun tengah malam.

Hari Senin, aku janjian sama temenku untuk main ke Lembang. Sengaja main karena aku butuh refreshing. Sudah sangat penat dengan semua kegiatan kantor yang menguras raga. Meskipun sebenarnya badan ini lelah banget, aku paksakan untuk ke Lembang naik motor. Sebenarnya sih ga refresh-refresh banget, cuma ya lumayan lah enggak mikirin pekerjaan sehari itu. Eh lagi enak-enak main, tiba-tiba dapat kabar kalau pihak Penajam akan datang ke Bandung untuk asistensi laporan antara. Ada aja yang enggak bikin tenang. Besok harus kerja lagi, enggak bisa tidur dulu.

Selasa-Rabu-Kamis, 3 hari berturut-turut ngantor sampai malam. Aku anak buah yang dilematis. Aku bingung harus ikutin siapa. Ketua tim atau tenaga ahli. Begitu pula saat penjilidan laporan, aku udah mau titipin ke yang biasa dikasih tugas seperti itu, tapi rekanku malah bilang kita jilid sendiri karena udah malem. Karena desisi orang lain yang salah tetap yang kena imbasnya adalah aku. Aku dimarahin, diketawain, ya semuanya aku terima. Sebenarnya enggak sakit hati dan bikin drop, hanya saja kepikiran saja. Ketakutan seperti tidak akan dipakai lagi selalu muncul, Baru pertama kali kerja udah melalukan kesalahan. Antara wajar apa aku yang bodoh. Ya selama kontrak ini masih berlangsung, aku tetap kuat. 

Dari dahulu aku ingin mematenkan prinsip robot dalam diriku. Tapi tetap gagal. Aku tetap manusia yang punya perasaan, hati, dan batasan kemampuan. Ingin rasanya melupakan hal itu, tapi tetap tidak bisa karena aku dikasih perasaan yang sensitif. Bukan terlalu dibawa hati, tapi peka dan perasa. Apabila ada suatu nyinyiran pasti ke pikiran dan menyebabkan nyinyiran itu berkembang. Hal yang aku pikiran adalah melakukan hal sebaik mungkin supaya tidak menjadi nyinyiran bukan cara meloloskan diri dari nyinyiran. Tapi terkadang ada juga niat kabur atau meloloskan diri dari semua ini. Tapi itu terlalu pengecut untuk dilakukan.

Cara yang ampuh adalah mendekatkan diri pada Tuhan. Karena Tuhan itu mampu dan mengerti kita kalau ada masalah. Semoga Tuhan selalu mendengar setiap doa umatnya. Hal yang aku inginkan hanya satu, bisa melakukan yang terbaik dan bisa masuk ke surganya. Enggak peduli di dunia hidup susah juga.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP