Loading...
Saturday, November 14, 2015

Plagiarisme

Di awal kuliah kami sudah dididik untuk tidak melakukan copy-paste karena itu adalah bentuk plagiarisme. Institusi pendidikan kami sangat melarang keras segala bentuk plagiarisme. Apabila ketahuan maka gelar pendidikan, baik sarjana, magister, maupun doktor akan dicabut. Alangkah ngerinya apabila semua itu terjadi, bukan masalah gelarnya, tapi malunya kepada orang lain dan yang paling bahaya adalah pertanggungjawaban kita kepada Tuhan.

Dalam diri saya juga sudah terpatri, anti plagiarisme. Saya lebih baik mengerjakan suatu tulisan sedikit namun murni hasil pemikiran saya sendiri dari pada banyak namun menjiplak murni hasil orang lain. Sayangnya di dunia tempat saya bekerja, copas udah menjadi suatu kebiasaan. Jika dilihat dari kacamata saya sendiri iru wajar saja. Kita meng-copas produk si A untuk dijadikan produk lainnya namun untuk si A juga. Dengan kata lain, sama-sama buatan si A ngapain dipermasalahkan? Iya itu benar juga tapi kalau ada kemiripan isi dalam produk yang berbeda bukankah itu suatu ketidaklaziman? Saya juga pernah dengar dari senior saya mengenai self plagiarism. Katanya, meskipun kita menjiplak karya kita sendiri itu termasuk plagiarisme. Maka dari itu tetap harus membubuhkan sumbernya.

Sebenarnya konsentrasi saya bukan di masalah karyanya, tapi kepribadian seseorang saja. Seseorang yang sudah terbiasa menjiplak tentu pola pikirnya cepat namun bisa terperangkap. Ingin sesuatu yang instan tanpa harus bekerja keras. Berbeda dengan orang yang mempunyai karya kecil namun bermakna karena itu murni hasil pemikirannya sendiri. 

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP