Loading...
Monday, October 12, 2015

Dikritik? So What?


Saat bangun tidur, aku langsung menyalakan televisi dan menyaksikan acara yang selalu ada di pagi hari, yaitu Mamah dan Aa Beraksi. That's right! Ini sebenarnya tontonan ibu-ibu tapi entah kenapa aku suka karena nasihat Mamah Dedeh itu simpel dan keras. Keras di sini artinya Mamah Dedeh tidak pernah memposisikan sang penanya sebagai orang yang salah dan memiliki kekuranga dan tentunya dengan logat Mamah Dedeh yang betawi banget. Buat orang yang enggak kuat mental lebih baik jangan ditonton karena bisa sakit hati. Tapi menurutku itu suatu hal yang tepat karena kita sebagai manusia sering memposisikan diri sebagai orang yang tepat dan enggak mau ngalah. Padahal itu semua belum tentu benar di mata Allah swt. Tepat sekali bila kita selalu melihat kekurangan kita di mata Allah agar kita terus berupaya memperbaiki ibadah kita. Kalau kita selalu melihat kita sudah baik, pasti kita akan terus mengabaikan perintah Allah.

Back to topic, saat itu ada seorang wanita yang bertanya pada Mamah Dedeh. Pertanyaannya kira-kira seperti ini:
Mah, bagaimana sikap kita sebagai seorang pendakwah di kampus agar disukai oleh jamaahnya? Saya merasa islam di lingkungan kampus saya seperti dihina. Saya berusaha terus meyakinkan adik-adik angkatan untuk berjuang terus berdakwah di lingkungan kampus. Apakah kita boleh marah?

Mamah pun menjawab kira-kira seperti ini:
Anda harus bercermin, mungkin saja gaya berdakwah Anda yang memang tidak disukai oleh orang-orang. Anda kalau dikritik sama orang harus terima, jangan marah, kalau marah berarti Anda tidak berkembang. Kalau islam yang dihina baru Anda boleh marah, tapi kalau Anda dikritik enggak boleh. Anda harus intropeksi diri, jangan merasa yang paling hebat.

Jawaban si mamah emang sangat menusuk jantung yang pada saat itu aku baru bangun tidur. Benar yang dikatakan mamah, enggak boleh marah kalau dikritik. Itu adalah ujian dan bahan intropeksi diri buat kita. Meskipun hanya ada satu orang yang mengkritik, berarti kita masih ada kekurangan. Kita harus berupaya untuk memperbaikinya. Tapi satu hal, perfectionis boleh tapi jangan terlena akan kesempurnaan.

Semoga ini bermanfaat bagi kita semua :)

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP