Loading...
Saturday, September 19, 2015

Balada Belanja di Toko Online

Toko online atau online shop memang lagi booming di beberapa tahun ini saat akses internet mudah dijangkau dengan satu genggaman. Selain itu pengguna media sosial yang meningkat gratis membuat peluang emas untuk mempromosikan barang dagangan secara cepat dan mudah.

Bagi saya belanja di toko online memang enggak sekali dua kali tapi tidak terlalu sering juga. Saya belanja online dikarenakan barang terebut terbatas, unik, atau malu kalau beli langsung ke tokonya. Mulai dari toko online resmi yang punya website bahkan sampai toko online yang berbasis media sosial pernah saya coba dan untungnya belum pernah tertipu karena barang selalu sampai ke rumah. Meskipun belum pernah tertipu bukan berarti tidak kecewa dengan barang yang dibeli. Ada beberapa barang yang tidak puas. Entah itu kesalahan saya atau kesalahan toko online, mari kita bahas satu-satu.
 
Barang pertama yang saya beli adalah jam tangan dan tas ransel bergambar anime di salah satu toko online resmi yang menjual barang-barang berbau anime dan jepangan. Barang sampai tanpa cacat sama sekali ke rumah. Harganya memang cukup mahal kalau dilihat dari saku anak SMA yang belum berpenghasilan. Satu itemnya sekitar 120 - 150 ribu. Sayangnya itu barang hanya bertahan kurang dari satu tahun. Jam tangan tiba-tiba mati, padahal sudah diganti baterai dan tas ranselnya rusak. Mungkin karena terlalu sering dipakai. Kesalahan bisa jadi ada di konsumen karena pemakaian, bisa juga dari produsen yang menggunakan bahan yang tidak sesuai standar. Entahlah sudah saya ridhokan.
 
Hal yang bikin paling kecewa adalah saat saya membeli catokan (alat pelurus rambut) di salah satu toko online yang sudah terkenal karena iklannya sudah masuk televisi. Kenapa saya pilih toko online, ya karena kalau beli catokan ke toko langsung kan malu. Pada saat barang sampai di rumah ternyata keramiknya patah sedikit. Saat komplain, responnya cukup lama. Setelah itu disuruh dikembalikan, berhubung saya sangat membutuhkannya secara cepat maka saya ridhokan. Seminggu kemudian setelah dipakai, alat tersebut meledak hingga membuat listrik di kos mati. Jujur kecewa dan tidak akan belanja online lagi ke toko tersebut. Sebenarnya kesalahan itu bukan di toko online tersebut yang menjadi pihak distributor dan pemasaran tapi di toko yang bekerjasama dengan toko online distributor itu. Ya kalau udah kecewa, ya udah enggak akan sekali-kali lagi.

Terakhir saya membeli jaket di toko online yang menawarkan via sosial media. Memang agak membingungkan membeli jaket di toko online karena kita tidak bisa mencobanya. Informasi mengenai ukuran jaket sudah saya sesuaikan dengan badan saya. Akhirnya saya memilih ukuran M untuk jaket yang saya pesan. Setelah barang sampai di rumah ternyata jaketnya kekecilan. Jujur kecewa banget, minta tukar tapi slow respon dan suplier jaketnya tidak merespon. Kalau secara kasat mata memang kesalahan ada di konsumen karena memilih ukuran yang tidak tepat. Tapi konsumen tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang ukuran. Ukuran dari sumber internet, informasi toko, dan produk ternyata berbeda-beda. Menurut saya toko online mempunyai tanggung jawab yang besar mengenai risiko seperti itu. Tidak hanya menjual barang-barang doang tapi ada tanggung jawab untuk kepuasan pelanggan. Maka informasi mengenai ukuran perlu diperhatikan lagi. Ya kalau begini ridhokan saja.

Intinya adalah kalau belanja online memang harus berhati-hati. Pilih toko online yang benar-benar di percaya. Cari informasi mendetail tentang barang yang ingin dibeli. Tapi saya lebih merekomendasikan untuk belanja langsung ke tokonya. Bisa dicoba, bisa dilihat, dan pasti kepuasan sesuai dengan yang kita harapkan.
 
 


0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP