Loading...
Thursday, July 16, 2015

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan salah satu akun resmi di LINE yang memberikan ilmu-ilmu islam. Akun tersebut memberikan ilmu melalui postingannya yang secara otomatis akan muncul pada timeline kita. Namun semua tulisan yang diposting hingga saat ini, ada satu postingan yang cukup menggelitik untuk dikomentari, apalagi saat ini momennya lagi tepat banget, yaitu, mendekati hari raya Idul Fitri.

"UCAPAN SELAMAT IDUL FITRI", MARI UCAPKAN SECARA BENAR
Sejalan akan datangnya IDUL FITRI sebentar lagi, sering kita dengar tersebar ucapan:
“MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.
Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus dengan ucapan semacam itu.
Sungguh kurang tepat*, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan.
Memaafkan bisa kpn sja tdk terpaku dihari Idul Fitri. Demikian Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam mengajarkan kita.
Tidak ada satu ayat Qur'an ataupun suatu Hadits yang menunjukkan keharusan mengucapkan “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ” disaat-saat Idul Fitri.
Satu lagi, ucapan yang keliru saat Idul Fitri, yakni ucapan :
"MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN".
Arti dari ucapan tersebut adalah :
“ Kita kembali dan meraih kemenangan ”
KITA MAU KEMBALI KEMANA ?
Apa pada ketaatan atau kemaksiatan ?
Meraih kemenangan ? Kemenangan apa ? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan ?
Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang ucapkan
“ Minal ‘Aidin wal Faizin ”
lantas diikuti dengan kalimat “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”.
Karena mungkin kita MENGIRA artinya adalah kalimat selanjutnya.
Ini sungguh KELIRU luar biasa.
LUAR BIASA keliru... hehe... ^^ Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain.... PASTI PADA BENGONG BIN BINGUNG!!
Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.
Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah SAW, yaitu :
“Taqobbal Allahu minna wa minkum"
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)
Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM kita :
" Selamat Idul Fitri. Taqobbal Allahu minna wa minkum "
( Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian )
Semoga risalah ini bermanfaat dan saling berbagi niat untuk meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi...
Silahkan disebarkan. Baarakallah fiikum.~

Postingan tersebut menceritakan tentang kesalahan yang mengakar  di masyarakat kita mengenai pengucapan selamat hari raya Idul Fitri yang biasa disebarkan melalui sms, messenger, atau sosial media lainnya.

1. Ucapan 'mohon maaf lahir dan batin'
Memang benar, meminta maaf atas kesalahan memang tidak harus pada saat momen lebaran saja, Rasulullah mencontohkan meminta maaf atas kesalahan itu bisa kapan saja dan tidak ada tuntunan yang mengatakan bahwa lebaran adalah waktu khusus meminta maaf.

Menurutku, setiap orang yang berbuat salah pasti akan meminta maaf kapanpun itu. Setiap orang memiliki kesalahan dengan waktu yang berbeda-beda. Lebaran adalah hari raya umat muslim. Untuk menyempurnakan ibadah yang selama satu bulan ini maka kebersihan hati perlu dilakukan. Selain itu, semua umat muslim di dunia sedang merayakan kebahagiaan yang luar bisa dalam menyambut hari yang fitri, maka secara otomatis ucapan memohon maaf akan membludak di hari raya Idul Fitri. Karena meminta maaf itu dapat kapan saja, maka saat Idul Fitri juga boleh kan? Intinya mengucapkan maaf saat Idul Fitri itu bukan suatu kesalahan melainkan momen yang bersamaan dengan umat muslim lainnya.

2. Ucapan 'minal aidin wal faizin'
Arti minal aidin wal faizin sendiri adalah kita kembali dan meraih kemenangan. Kesalahan masyarakat kita adalah mendampingin kalimat tersebut dengan 'mohon maaf lahir dan batin' sehinga terkesan kaliman tersebut saling menterjemahkan. Ini perlu diluruskan kepada masyarakat kita, tapi bukan berarti minal aidin wal faizin tidak pantas dimasukkan dalam ucapan selamat lebaran. Hal yang terpenting adalah posisi kalimat tersebut dalam ucapan agar tidak mengandung salah arti.

Dalam postingan  tersebut terkesan suudzon dalam kalimat minai aidin wal faidzin. Kembali bukan berarti kembali kepada kemaksiatan, tetapi kembali fitri atau suci karena selama satu bulan kita telah beribadah dan menyucikan diri. Kemenangan bukan berarti menang melawan bulan Ramadhan melainkan menang melawan hawa nafsu dan pengaruh setan selama satu bulan ini. Setelah kita kembali suci dan menang melawan hawa nafsu menjadi pembelajaran untuk bulan-bulan setelahnya. Ibadah bukan hanya di Bulan Ramadhan saja melainkan di semua bualan, hanya saja Ramadhan merupakan bulan yang istimewa yang mana Allah memberikan pahala sebanyak-banyaknya bagi umat yang melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

3. Ucapan 'Taqobbal Allahu minna wa minkum'
Di akhir postingan, kesalahan yang mengakar di masyarakat diluruskan. Jadi, sebaiknya kita mengucapkan Taqobbal Allahu minna wa minkum yang memiliki arti 'semoga Allah menerima amalku dan amal kalian'. Ucapan tersebut paling tepat diucapkan di saat lebaran karena memiliki maksud mendoakan ibadah dan amal yang telah kita lakukan selama satu bulan ini bisa diterima oleh Allah.

Terkadang maksud dan tujuan tidak tersampaikan melalui tulisan semata. Kita perlu mengkaji lebih mendetil lagi dan bertanya pada ahlinya. Jangan sampai kita mempunyai pemikiran yang menyimpang tentang suatu hal. 

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP