Loading...
Monday, October 27, 2014

Bekasi oh Bekasi


Bully-an tentang Bekasi semakin banyak. Orang-orang berlomba-lomba membuat meme kreatif tentang Bekasi. Sebagian ada yang tertawa yang terbahak-bahak, sebagian pula ada yang kesal kota tercintanya menjadi bahan olokan warga lain. Marah, benci, dendam? Percuma itu semua tidak penting. Anggap saja itu hanya lelucon semata. Bila ada yang menanggapi Bekasi punya inilah itulah, keluar Jakarta tidak boleh lewat Bekasi, atau warga ibukota tidak boleh buang sampah ke Bekasi, sama saja kita orang tidak berpikir. Pada hakikatnya, kota dengan wilayah lainnya merupakan suatu kesatuan sistem. Tidak ada kota yang dapat hidup sendiri dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri. Begitu pula dengan Bekasi. Meskipun Bekasi punya bioskop terbesar di Asia Tenggara, penyumbang PDRB terbesar di Jawa Barat, punya banyak mall yang kece abis, apakah itu semua akan ada tanpa Jakarta? Tentu tidak. Begitu pula sebaliknya, apabila tidak ada Bekasi apakah Jakarta dapat memenuhi kebutuhan penduduknya? Apakah Jakarta bisa melayani serbuan investasi yang datang? Tentu tidak! Bekasi panas! Itu hal wajar. Bekasi berada di dataran rendah belum lagi merupakan metropolitan Jakarta. Gas buangan kendaraan bermotor setiap hari mengepul di langit Bekasi. Rasa panas itu terus didukung dengan perubahan iklim. Lalu apa yang harus dilakukan? Benar kata Bapak Walikota Bekasi, Bekasi harus aturan yang ketat dalam pemakaian kendaraan bermotor agar gas emisi yang dikeluarkan dapat diminimalisir, Bekasi harus punya ruang hijau agar menyeimbangkan kualitas lingkungan yang ada, dan Bekasi harus punya city branding atau ciri khas yang menjadikan Bekasi sebagai tujuan bukan hanya persinggahan atau perlintasan. Warga Bekasi daripada emosi, mari membangun Bekasi menjadi kota yang lebih baik lagi. Gerutuan tidak akan menyelesaikan masalah tapi aksi nyatalah yang dapat merubah perubahan yang ada. #bekasiohbekasi

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP