Loading...
Tuesday, January 28, 2014

Braga Culinery Night

Hampir 2,5 tahun meninggalkan Bandung, membuat aku vakum untuk mengikuti acara-acara di sana. Kebetulan aku sudah di Bandung sejak 18 Januari kemarin sehingga aku bisa menikmati Bandung sambil kerja praktik. Aku diajak oleh teman kuliahku untuk mengunjungi Braga Culinery Night pada malam minggu kemarin tanggal 25 Januari. Aku berangkat dari jam 3 sore dari rumah karena mau mampir ke Gramedia Merdeka. Dari Gramedia Merdeka aku jalan kaki sambil menikmati kawasan yang sudah tak asing lagi di mata. Jalan Merdeka - Jalan Braga memang sudah tidak asing lagi buat aku karena 6 tahun aku bersekolah di kawasan tersebut. Sambil jalan, insting survei menggelegar untuk mengabadikan masa-masa sekolah dasar dulu yang sudah kutamatkan 10 tahun yang lalu.
Gedung SD Negeri Merdeka 5 Bandung

\Jalan Braga itu sangat terkenal dari zaman penjajahan hingga saat ini. Jalan ini merupakan kooridor perdagangan. Bangunan peninggalan Belanda dengan  arsitektural eropa sangat kental dan memberikan ciri yang khas di kawasan ini. Tapi tahukah kamu, 10-15 tahun yang lalu aku merasa Jalan Braga itu hanya mempunyai karakteristik fisik ruangnya saja yang khas sedangkan untuk pelaku dan aktivitasnya tidak ada ciri khas sama sekali. Jalan Braga dulu tergolong sepi, di sana lebih banyak kafe dan bar khusus orang dewasa dibanding dengan toko. Tentu saja aktivitas itu lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Jalan Braga lebih dikenal sebagai koridor jalan parkir on-street sangat berbeda dengan cerita zaman penjajahan dulu.

Untuk membangkitkan kejayaan Jalan Braga, di tahun 2000-an, Pemerintah Kota Bandung pernah membangun proyek peningkatan kualitas Jalan Braga. Peningkatan yang dimaksud adalah mengubah jalan aspal menjadi lapisan batu granit. Pengubahan lapisan jalan itu tidak langsung menambah aktivitas Jalan Braga. Lapisan batu granit malah rusak karena sering dilalui oleh kendaraan. Jalan Braga baru dibilang sebagai tujuan adalah ketika dibangun sebuah mall, bernama Braga City Walk.

Walikota Bandung yang baru berinisiatif untuk membangkitkan pesona Jalan Braga lewat acara Braga Culinery Night. Jalan Braga yang biasanya dilalui kendaraan bermotor kini berubah menjadi pedestrian street. Di sepanjang jalan dipenuhi oleh penjaja makanan dari makanan ringan hingga makanan berat. Matahari belum tenggelam saja, jalan ini sudah dipenuhi oleh para pengunjung. Katanya BCN ini merupakan kedua kalinya diadakan, tapi buat aku sih ini pertama kalinya.
Jalan Braga di Sore Hari Sebelum BCN

Ini baru pertama kalinya, aku melihat Jalan Braga yang biasanya dipenuhi oleh kendaraan sekarang menjadi lautan manusia. Cucok sekali! Hal ini membuktikan antusias warga masyarakat Bandung Raya terhadap acara ini sangat besar. Secara teori, masyarakat itu membutuhkan suatu ruang publik untuk meningkatkan mood dan rasa sosialitas di luar rutinitas sehari-hari. Braga Culinery Night ini merupakan bentuk nyata suatu aktivitas yang dilaksanakan di Jalan Braga yang sudah mempunyai ciri khas di segi fisik dan pelakunya adalah warga masyarakat Bandung Raya serta wisatawan yang sedang berlibur di Bandung.

Inisiatif ini sangat perlu diacungi jempol. Di saat perkembangan sebuah kota merampas ruang publik masyarakat, Braga Culinery Night membuat ruang yang sudah terbangun diubah menjadi sebuah ruang publik. Meskipun kapasitas ruangnya terbatas sedangkan pengunjung berdesakkan untuk melaluinya, tidak mengubah raut wajah para pengunjung. Para pengunjung BCN semuanya terlihat sangat menikmati dan bahagia di sepanjang BCN.






0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP