Loading...
Saturday, September 21, 2013

Jejak di Grand Palace

Keindahan istana raja Grand Palace di Thailand tidak dapat kunikmati dengan sempurna. Panggilan alam muncul setelah beberapa saat turun dari bus dan akan memasuki entrance Grand Palace. Untungnya, sebelum pemeriksaan tiket ada toilet. Dari pintu toilet sudah panjang sekali antreannya, tapi untungnya itu adalah toilet wanita, sedangkan toilet pria lancar tanpa ada hambatan.


Saat memasuki pintu toilet, ternyata banyak sekali penggunanya, utamanya adalah bilik kamar mandi yang selalu jadi primadona antrean. Cukup sebal karena tidak ada satupun bilik kamar mandi yang kosong. Namun, agak janggal, ada bebabuan yang tidak biasa. Orang-orang yang hendak keluar juga menunjukkan ekspresi yang tidak biasa. Aku pun memasuki bagian toilet yang lebih dalam. Dan ternyata aku menemukan segumpal kotoran manusia cair alias mencret di tempat pipis berdiri. Perlu ditekankan lagi, di tempat pipis berdiri! SHOCK? ya pastilah, urinal yang seharusnya diperuntukkan hanya untuk membuang urin tapi ada yang membuang feses disana. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, tapi aku tetap stay menunggu salah satu bilik kamar mandi menunggu penggunanya keluar. Disaat aku menunggu, temanku Bangbo masuk ke kamar mandi. Dan bertanya, "Kang kok bau ya?". Tanpa berkata aku menunjuk salah satu urinal yang sudah berluberan kotoran manusia itu. Bangbo pun kaget dan keluar dari toilet.

Aku tetap menunggu di depan salah satu bilik kamar mandi. Orang di dalam lama sekali. Malah bilik yag lain terbuka lebih dulu dibanding bilik yang aku tunggu. Aku tidak bisa masuk ke bilik lain karena sudah banyak antrean di bilik yang mereka pilih masing-masing. Orang yang di dalam juga heboh sendiri, grasak-grusuk, seperti mandi besar.

Akhirnya, setelah bunyi kunci terbuka aku cukup senang. Dan ketika orang itu keluar, sekarang aku tahu dialah pelaku si pembuang tahi di urinal. Buktinya adalah saaat dia keluar dia bertelanjang dada sambil memegang kemejanya. Kemeja yang dia pegang sudah bersimbah tahi yang warnya sama dengan yang ada di urinal. Dia langsung menuju wastafel untuk mencuci, entahlah apa yang bisa ia cuci. Aku langsung memasuki bilik toilet dan aku syok saat tahu dia tidak menyiram kotorannya. Begitu pula dengan pinggiran toilet duduknya penuh dengan tahi! Aku langsung keluar dari toilet itu.

Memasuki area Grand Palace, keringatku terus mengucur menahan pintu dubur yang diambang batas. Keindahan Grand Palace tersia-siakan begitu saja. Banyak objek yang tidak aku masuki karena aku fokus mencari toilet. Setelah mengeksplorasi bagian Grand Palace, akhirnya aku menemukan sebuah toilet. Di dalamnya ternyata sudah banyak teman-temanku yang sakit perut, termasuk Bangbo.

Waktu menikmati Grand Palace sudah habis, tiba-tiba temanku Wowo sakit perut, akupun menemaninya mencari toilet. Setelah menemukan dia mengantre di toilet wanita sedangkan aku memasuki toilet pria untuk cuci tangan. Ternyata toilet yang aku masuki adalah toilet pertama yang ada 'jejak'-nya. Namun kini jejak tersebut sudah ditutupi plastik hitam.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP