Loading...
Tuesday, August 13, 2013

Perpanjangan SIM di Polres Cimahi

Enggak kerasa sudah 5 tahun gue punya SIM C, saatnya untuk memperpanjang. Berhubung ayah gue lagi gak di Bandung, gue harus sendiri ngurusnya. Sebelum pergi, gue sudah browsing beberapa blog mengenai step-step perpanjangan SIM. Secara keselurhan, gue cukup ngerti alurnya. Gue pun bersiap untuk pergi ke Polres Cimahi yang ada di Cibabat, Kota Cimahi.
Gue memang bukan warga Kota Cimahi, tapi Sebagian besar Bandung Raya bagian barat, masuknya Polres Cimahi (Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan sebagian Kabupaten Bandung). Kira-kira dari rumah ke Cibabat itu sekitar 30 menit.
Sesampainya di lokasi, gue cukup bingung harus kemana. Step pertama adalah cek kesehatan. Gue ingetnya tempat cek kesehatan 5 tahun yang lalu, eh sesampainya di lokasi ternyata salah. Cek kesehatan untuk SIM C ada di dekat jalan raya, gue harus jalan jauh. Tapi mendadak gue sakit perut, tempat sampah udah full. Gue ke bagian informasi dan menayakan dimana toilet.
Sesampainya di toilet, gue asal masuk dan langsung mengeluarkan sampah gue. Setelah semuanya selesai dan bersiap untuk cebok, ternyata ga ada gayung di kamar mandi yang gue masukkin. Sial! 15 menit gue bingung tujuh keliling. Gue lihat pipa kecil di bawah bak, tempat pembuangan air bak buat nguras. Gue buka dan air memancar dengan kencang, langsung deh gue cebok lewat situ. Satu lagi yang jadi masalah adalah WC belum disiram. Gue coba menggunakan tangan gue untuk menyiram, tapi tak ada hasilnya. Sampai mati pun “itu” ga akan masuk-masuk. Awalnya gue berniat kabur, namun daritadi ada orang yang sedang ngobrol depan toilet, takutnya pas gue kabur, gue diteriakin belum siram WC. Akhirnya, gue memberanikan diri keluar dan mencari gayung di WC wanita. Setelah mendapatkan benda pusaka (gayung), gue langsung siram dan pergi.
Balik lagi ke tempat informasi, gue tanya tempat cek kesehatan. Setelah itu gue langsung cus ke tempat kesehatan. Bayar 30 ribu cuma diperiksa buta warna doang. Terus ke tempat sidik jari, bayar 5 ribu buat formulirnya. Terus ke bagian informasi lagi buat minta formulir. Orang lain diminta bayar 3.500 buat formulir, tapi gue enggak, ya udah deh gue langsung isi data.
Setelah itu masuk ke loket BRI dan bayar 80 ribu. Setelah itu tinggal nunggu dipanggil buat foto. Dan sekitar 10 menit kemudian SIM baru gue udah jadi. Hal yang baru dari SIM C gue adalah bentuk fisiknya yang baru, foto, dan masa berlaku, selebihn ya gak ada yang berubah sama sekali. Nama, masih saja salah, padahal pada saat akan difoto, gue sudah bilang kalau nama gue RESPATI, tapi tetap dicetaknya RISPATI. Tinggi badan, saat cek kesehatan, gue bilang 169 cm, tapi di SIM tercetak 165 cm samaa seperti 5 tahun yang lalu.
Setelah keluar dari ruangan, tiba-tiba ada orang yang bilang dilaminating. Gue pikir itu petugas karena berseragam seperti pegawai negeri. Ternyata itu tukang jualan, gue bener-bener ketipu dan gue harus ngeluarin 5 ribu buat laminating. Ya sudahlah tidak apa-apa.
Begitulah proses perpanjangan SIM yang tidak seperti biasanya. ersiap untuk kembali lagi ke tempay ini 5 tahun kedepan.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP