Loading...
Saturday, January 5, 2013

Catatan Kecil 12

Masih terngiang diingatanku di malam tanggal 31 Januari 2011, kami, anak-anak perantauan yang dipersatukan di tanah Yogyakarta bersama-sama menuju pusat keramaian untuk merayakan tahuun baru 2012. Jalan-jalan Jogja sudah padat dengan kendaraan oleh orang-orang yang antusias dengan pergantian tahun tersebut, termasuk kami. Bermain, tertawa, bersenang-senang, dan beribu hal menyenangkan lainnya kami lakukan hingga 2012 pun kami sambut dengan suka cita. Satu semester kami saling mengenal, sudah membuat kami seperti keluarga, indah!

Awal tahun 2012 yang indah, bukan berarti sepanjang 2012 kehidupanku juga indah. Naik-turun layaknya roda yang berputar begitu terasa sekali menghiasi 2012 ini. Suka duka dijalani dengan sendiri. ini sungguh pendewasaan diri.

Semester dua adalah masa-masa terindah dalam hidup. Perkuliahan yang membosankan tidak aku pedulikan karena aku punya teman-teman yang baik, kemana pun di ajak pasti bisa. Setiap minggu kami selalu bermain, menghirup udara malam Jogja yang nyaman hingga lupa waktu. Persahabatan yang semakin dekat melupakan teman-temanku di luar jurusan.

Keretakan dimulai saat aku salah melangkah, melangkah untuk menjauh dari rutinitas yang biasa kami lakukan. Hal itu benar-benar mengubah segalanya, dijauhi jelas, selebihnya tidak tahu. Aku mulai merasa kesepian dan keanehan lainnya. Hal yang aku pikir ini akan membawa keberuntungan buat aku ternyata itu salah besar. Aku seperti terjatuh dalam jebakan yang aku buat sendiri.

Namun, Tuhan tidak terus-terusan memberikan ujian. Ia memberikan aku sesuatu pelajaran yang berharga tentang hubungan antar-sesama manusia. Aku dipertemukan dengan teman-teman baru, yaitu kesibukkan. Kesibukkan benar-benar menolongku dari rasa sedih, bosan, sepi, dan aneh yang selalu bergejolak di pikiranku.

Di 2012 ini juga banyak konflik yang membuat aku belajar, belajar tentang perangai seseorang termasuk perangai diriku sendiri. Aku berusaha menjadi orang yang terbaik dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

2013 tiba, tidak seperti tahun lalu yang dirayakan bersama teman-teman. Tahun baru ini aku hanya berdiam diri di dalam kamar. Alam tidak mengizinkan aku untuk hura-hura. Tuhan mungkin berpesan untuk selalu membersihkan diri dari akal pikiran kotor agar aku terhindar dari siksaan-Nya. Terima kasih Tuhan!

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP