Loading...
Sunday, December 9, 2012

Mimpi Buruk Di Seturan

Sabtu, 9 Desember 2012, aku bersama teman satu kelompokku Tari
berencana untuk melakukan survey guna lahan di kawasan Seturan untuk
tugas kuliah kami. Kami harap rencana ini benar-benar terlaksana
karena sudah dua kali rencana kami gagal gara-gara hujan yang cukup
deras. Pukul 2 siang aku menjemput tari ke kosannya dan makan dahulu
di sebuah rumah makan padang di sekitar kampus. Setelah itu kami
langsung menuju kawasan Seturan. Kami labgsung menuju mini market di
kawasan tersebut karena memiliki tempat duduk untuk mengobrol dan
mendiskusikan apa yang kami akan survey. Setelah kami diakusi, aku
berencana untuk membeli minuman di mini market tersebut. Aku berjalan
di jalan yang benar melewati barisan meja-meja. Dan meja terakhir
diduduki oleh dua orang timur. Saat aku meleqati, tiba-tiba orang
timur yang wanita muntah dan menghalangi jalan aku. Aku pun terhenti.
Saat muntahnya selesai, aku melanjutkan jalan untuk masuk ke mini
market itu, namun orang timur yang pria menghalangi aku dan memarahiku
sambil dalam keadaan mabuk berat. Bau alkohol sangat menyengat
terlihat dari jumlah botol yang diminum mereka sangatlah banyak. Aku
berusaha meminta maaf dan ingin secapatnya mengakhiri adu mulut yang
terjadi. Tapi itu semua tidak berhasil. Jika aku pergi dari hadapannya
aku diancam dipukul menggunakan botol-botol minuman haram yang sudah
mereka teguk. Aku terus meminta maaf tapi otaknya sudah dikaburkan
oleh alkohol. Sang wanita hanya memandangi aku yang ketakutan sambil
senyum-senyum. Jujur, aku ketakutan, aku takut mati sia-sia di tangan
pemabuk itu. Hal yang membuat aku kesal adalah orang sekitar tidak ada
yang membantu aku, bahkan kasir mini market itu hanya memandangi saja.
Untungnya, ada mas mas pengunjung mini market dan mas itu dihadang
oleh pemabuk itu. Sepertinya kami mau diadukan. Wanita yang sedari
tadi melihatku itu sudah sadar dari pengaruh alkohol, dia
mengizinkanku untuk masuk mini market, tapi ketika aku melangkah, aku
dihadang oleh si pria. Mumpung si pria sedang mengobrol dengan mas
itu, aku labgsung menuju tempat tari duduk. Tiba-tiba si wanita
berteriak, "hey mau ke mana! Sini!" aku langsung berteriak, "KABUUR!"
dan mengajak Tari untuk lari. Kami pun berlari dan masuk ke mini
market lain yang ada satpam nya. Kami di situ merasa aman. Motor aku
tinggalkan begitu saja yang penting nyawa kami aman. Berjam-jam kami
menunggu dan mengecek keadaan mini-market itu namun dua pemabuk itu
belum juga pergi dari tempat duduknya. Kami pun pergi ke perempatan
ringroad untuk berteduh dari hujan, kebetulan di sana ada pangkalan
ojek. Aku kemudian menyuruh tari untuk diam, dan aku pergi untuk
mengambil motor. Namun sial, si wanita sedang membeli es rujak dan
jika aku terus mendekat aku akan mati. Aku pun bersembunyi dahulu di
permukiman warga dan aku menemukan mushola. Aku pun shalat dulu dan
berdoa agar aku dilindungi. Sekali lagi aku menuju mini market itu dan
mengawasi keadaan sekitar. Saat itu aku benar-benar seperti curanmor,
mengendap-endap, sampai orang sekitar melihat aku begitu aneh.
Alhamdulillah, kedua orang yang menghadangku sudah tidak ada, tapi ada
orang timur lain yang duduk di mejanya. Aku langsung bergegas
mengambil motor dengan hati-hati. Setelah berhasil akupun bergegas
menjemotari dan pulang dengan selamat.

Jujur, disitu aku merasa cemen banget. Tapi aku lebih mementingkan
nyawa aku dan Tari dibanding kepala kami pecah gara-gara ditimpuk
botol minuman keras.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP