Loading...
Wednesday, November 21, 2012

Baik dan Buruk

Pro dan kontra memang selalu hadir di kehidupan ini untuk memberikan 'corak' tersendiri dan membuat pembelajaran untuk kehidupan manusia. Sepenggal kisah dalam kehidupanku mengenai suatu kegiatan yang menimbulkan pro dan kontra yang berujung pada perpecahan. Dalam suatu acara memang dibutuhkan perangkat untuk menggerakkannya. Koordinasi antar perangkat perlu diatur dengan adanya seorang ketua. Orang yang tidak mampu mengatur perangkatnya dan membiarkannya bergerak sesuai kehendaknya bukanlah seorang ketua. Bahkan ketua hampir digerakkan oleh perangkatnya sendiri. Sungguh ironi.

Suatu saat sang ketua sadar, bahwa konsep yang dia buat tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan dan ia telah menjadi robot oleh elemennya sendiri. Kesadarannya memang terlambat, namun ia berusaha untuk membawa aliran air ke dalam jalur sungai yang sudah dibuatnya. Usahanya tidak disambut dengan baik oleh perangkatnya, ia malah dicerca dan dihina karena keterlambatannya itu. Dia menjelaskan berbagai alasan yang menurutnya paling benar berdasarkan agama yang dia anut. Tentu alasan agama tidak dapat diterima semua pihak karena tidak semua diantara kami seagama dengannya.

Namun bukan mengenai acara tersebut yang akan aku bahas, ini mengenai sikap dan tingkah laku seseorang. Wajar bila seorang bawahan marah pada atasannya bila kerjaan yang telah dibuat digagalkan begitu saja oleh atasannya dengan alasan yang menurutnya kurang pantas. Namun, pantaskah seseorang menjelek-jelekan orang secara berlebihan dan benar-benar tidak pantas. Dari sinilah aku banyak belajar, tentang membedakan hal yang baik dan yang buruk, sekali lagi bukan masalah pendapat tapi masalah sikap.

Aku tahu pihak atas memang salah karena telah memutuskan secara sepihak dan menghancurkan rencana yang telah dibuat. Namun perlu diperhatikan bahwa niat mereka itu baik dan tulus. Meskipun pendapat mereka tidak diterima oleh pihak lain termasuk aku, tapi mereka tidak ada rasa dendam pada orang lain. Niat mereka baik, ingin menjauhkan kita dari hal buruk yang banyak belum kita tahu.

Pihak bawah merasa dirinya paling benar, mengonsep semuanya sendiri dan banyak keputusan yang tidak didiskuskan dengan pihak atas. Malah beliau ini hampir mengambil alih fungsi ketua. Tentu saja niatnya memang bagus karena ingin memperbaiki kinerja ketua yang memang 'letoy' dalam mengatur kegatan ini. Saat keputusan ketua diutarakan, perubahan raut wajahnya berubah, amarah yang terlihat, itu wajar, dan saat keputusan itu diambil dan dilaksanakan apakah tidak bisa menerima dengan lapang dada dan menjalakan dengan sebaik-baiknya? Dan juga bukan hanya saat itu juga, bahkan sampai saat ini emosi itu masih ada.

Nah, dari situlah aku banyak belajar tentang baik dan buruk. Aku tidak akan mengatakan bahwa si ini baik dan si ini buruk tapi kalianlah yang menilai. Dari sisi manakah kita dapat menerjemahkan baik dan buruk itu.

Mungkin buat teman-temanku yang membaca tulisan ini dan merasa ada kesamaan alur, cerita, tokoh, atau apapun yang berkaitan dengan cerita ini, semoga menjadi bahan renungan buat kita. Aku tidak bermaksud untuk menginterferensi orang untuk begini ataupun untuk begitu, itu terserah kalian. Mungkin juga dengan tulian ini ada yang semakin membenci aku. Wallahualam :D

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP