Loading...
Thursday, August 16, 2012

Sedikit Cerita Tentang Kampus

Setelah satu tahun di perantauan dan menikmati seluk beluk kampus tentu saja ada cerita tersendiri mengenai misteri kampus. gue termasuk orang yang suka dengar cerita-cerita yang berbau mistis karena itu tantangan tersendiri buat gue. tapi gue sendiri ga pernah berani nantang penghuni alam lain tersebut. Bisa dibilang gue cukup berani walau terkadang gue suka paranoid sendiri. Hihihi.

Mungkin semua juga udah pada tahu apalagi mahasiswa disana mengenai keangkeran kampus, bahkan peta yang berisi spot-spot kemunculan sosok mahkluk gaib pun sudah terpublish di internet. Agan-agan bisa browsing sendiri. Gue juga termasuk orang yang browsing dan mencari lebih tahu tentang keberadaanya, supaya lebih waspada gitu maksudnya.

Bunderan teknik, begitulah orang-orang menyebutnya. Bunderan ini merupakan titik pertemuan antara Jalan Teknika, Jalan Kesehatan, dan jalan menuju arah Monjali. Gue juga gak ngerti kenapa bunderan ini disebut bunderan teknik, padahal enggak cuma ada fakultas teknik yang berimpit dengan bunderan tapi ada fakultas biologi dan pasca sarjana di sana. Menurut cerita yang beredar, katanya kita tidak boleh menyanyikan lagu gugur bunga saat berada di area itu karena akan ada sosok yang menampakkan diri dan MENGIKUTI!!! percaya gak percaya sih, gue gak berani nyoba juga. hha.

Pengalaman yang gue alami bukan di situ, tapi ke arah jalan kesehatan. setelah mengerjakan tugas angkatan di kontrakkan temen, gue dan beberapa temen gue berniat untuk makan malam, tepatnya makan tengah malam karena pada saat itu waktu menunjukkan pukul setengah duabelas kalau tidak salah. Tentu saja daerah itu sudah sepi dari manusia. Gue yang ada dibarisan kedua setelah motor teman gue cukup kaget saat  temen gue memutuskan belok ke arah jalan kesehatan, gue ngerasa ga enak dan cuma menggerutu *kenapa harus lewat sini?!* Beberapa meter dari bunderan gue melihat sesosok bayangan hitam nangkrin di pohon-pohon yang ada di hutan biologi. Gue cukup kaget dan terus memandang ke depan, sambil berusaha menenangkan teman yang gue bonceng karena kecepatan motor gue tambah sedikit. Gue cukup lega saat melewati rumah sakit yang memang masih agak ramai di bagian depannya. Oke selamat!

Ternyata dibelakang gue masih ada rombongan motor yang hampir mengalami insiden. Salah satu motor hampir ditusuk oleh orang mabok yang tiba-tiba menyusul dari belakang, beruntung teman gue selamat dengan menyerah dan pelaku langsung balik arah. Setelah mendengar kejadiannya gue kaget dan yang paling mengagetkan lagi, teman gue yang jadi korban melihat sosok hitam menyebrang jalan dari hutan biologi ke arah fakultas teknik. Uhwow! berarti bayangan hitam yang gue lihat nangkring setelah itu ia menyebrang. Dari pada bunderan teknik gue lebih serem sama hutan biologi. hhihhi.

Cerita kedua masih setelah pulang dari kontrakkan teman setelah mengerjakan tugas, sekitar jam duabelasan. Saat itu gue berdua sama teman, satu motor satu. Gue berada di belakang untuk mempermudah pengawasan terhadap teman gue yang cewek. Temen gue itu nanya arah sama gue, gue bilang jalan biasa aja yang cepet yang langsung tembus ke jakal lewat burjo rizky 2. kami pun melewati jalan tersebut, saat melewati kuburan biasa aja, namun saat melewati hutan yang tak jelas gue langsung menyusul teman gue. Dia bertanya-tanya sambil ketakutan, gue juga jadi parno sama apa yang gue liat barusan. Baru pas banyak rumah-rumah pemukiman gue ceritain apa yang terjadi, kalau gue lihat sesosok putih di antara pohon-pohon tadi. Temen gue yang pada dasarnya penakut, dia langsung syok dan minta anter gue pulang sampai depan kosannya.

Di cerita ketiga ini sebenarnya engga ada serem-seremnya, tapi lebih melihat ketololan gue. hahaha. gue aja kalo inget ini dan terpaksa nyeritai ke beberapa orang suka malu sendiri. Ceritanya berawal dari kumpul-kumpul bareng temen. Biasalah anak kosan kalau udah ngobrol enggak peduli. Kebetulan kami lagi cerita-cerita tentang keangkeran spot-spot di seluruh kampus, dan yang jadi bahan terakhir adalah hantu kunti yang suka jalan di jembatan penyebrangan penghubung fakultas peternakan dan pertanian. Lagi asyik-asyiknya cerita teman gue yang cewek harus balik ke asramanya yang berada di dalam kampus, dan portal kampus ditutup pukul 10 malam. Karena kosan gue yang paling dekat dengan asramanya, gue yang ngaterin dia. Di perjalanan kami terus mengobrol tentang misteri jembatan itu padahal untuk masuk ke asrama temen gue itu harus melewati jembatan tersebut. Tapi gue lebih peduli sama temen gue yang takutnya portalnya udah ditutup dan motor ga bisa lewat, padahal dari portal yang tepat di bawah jembatan penyebrangan itu ke dalam asrama cukup jauh jika berjalan kaki. Tepat di hadapan gue adalah jembatan penyebrangan tersebut dan portal yang masih terbuka. Beruntung! Gue pun mengantarkan teman gue ke asrama, sebelum berpisah gue sempat menanyakan bagaimana kalau portalnya tertutup. Temen gue berusaha menenangkan.

Setelah mengantarkan teman gue, gue gak nyangka kalau portalnya di tutup! gue panik sendiri, apalagi tepat di atas gue adalah jembatan penyebrangan si kunti. Gue kalut, parno, dan gak tau harus kemana. Jalan satu-satunya cuma itu. Gue mau berbalik arah, tapi pasti gerbangnya ditutup juga, dan gue takut harus melewati lembah karena disana pernah ada orang yang dibacok. Gue balik lagi ke portal itu tanpa melihat ke atas. Gue melihat di sisi trotoaarnya ada jalan namun diberi besi sekitar 50 cm. Gue yakin kalau motor gue bisa lewat. Saat gue angkat ban depan motor gue, "Krek" terdengar patahan spakbor depan. Gue gak peduli terus gue majuin motor, ternyata besinya terlalu tinggi dan mengenai mesin. Gue terjebak! saat gue berusaha memundurkan motor, gue agak kesulitan, namun akhirnya bisa. Bagaimana ini?? gue terjebal di dalam kampus. Gue menelepon teman gue yang di asrama, temen gue malah ikutan panik. Namun gue berusaha meraba-raba portal dan ternyata portal enggak digembok, cuma di slot. Gue langsung bilang ke teman gue kalau gue bisa keluar dan menutup teleponnya. Gue buka tuh portal, terus gue keluarin motor dan gue tutup lagi portalnya. Sungguh kejadian bodoh dan tidak teliti. Tapi gue sangat berterima kasih karena perasaan gue ada yang bilang, "coba cek portalnya".

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP