Loading...
Monday, March 12, 2012

Pesona Gunung Kidul : Pantai Indrayanti

Setelah menikmati 3 minggu liburan di Bandung, tinggal 1 minggu lagi waktu yang tersiksa untuk liburan dan saatnya gue kembali ke Yogyakarta. Sengaja mengambil waktu 1 minggu sebelum masuk buat KRS-an dan liburan bersama teman-teman satu jurusan. Awalnya cuma iseng-iseng aja, bikin twit kalau gue ingin banget ke pantai. Terus ya berlanjutlah gara-gara teman gue juga ingin ke pantai dan akhirnya jarkoman sampai ke handphone anak-anak. Dari situlah gue terpilih jadi leader jalan-jalan. 

Diantara kami memang tidak ada satu orang pun yang tahu jalan ke pantai. Niatnya udah dipatikan bakal ke pantai Indrayanti, salah satu pantai di Kabupaten Gunung Kidul, DIY, dengan pasir putihnya yang khas.Setelah browsing-browsing dan mencari informasi tentang pantai tersebut, gue memastikan untuk survey dahulu sebelum mengajak anak-anak pergi ke pantai pada hari Sabtunya. Hari Jumat, gue iseng sms temen gue, dan ternyata dia mau nemenin gue ke pantai buat survey. Alhasil dengan kenekatan yang ada, gue dan temen gue caw ke pantai naik motor gue yang amat tangguh. hha.

Dari Kota Jogja kami menuju arah Wonosari dan seperti biasa gue kalau bawa motor itu enggak pernah nyantai selalu diatas 60 km/jam. Untung temen gue enggak banyak komen mengenai hal itu. Jalan khas Gunung Kidul seperti yang diceritakan blog-blog memang benar, naik-turun, belok-belok, jurang, jembatan, dan hutan. Berasa banget mau pergi ke luar kota. Dua jam perjalanan memang sangat terasa banget, pantat panas, tapi yang gue dapet adalah hamparan laut selatan yang biru dengan pasir putih. Indah banget!


Memasuki gapura pantai yang bertuliskan "Pantai Indrayanti", gue langsung memesan es kelapa dua buah dan duduk di salah satu pondokan yang tersedia. Menikmati bau pantai yang khas, angin semilir, dan bunyi ombak laut selatan. Awalnya cuma duduk di pondokkan aja karena paparan sinar matahari jam 1 siang begitu menyengat dan pasirnya pula ikut panas. Tapi panorama alam ini begitu menggoda akhirnya pasir pantai dan paparan matahari pun diterjang.


Iingin sekali berenang di pantai tapi karena memang awalnya bukan buat main, cuma survey jadi enggak bawa baju ganti sama sekali. Dan pula gue cuma berdua jadi kan kurang asyik kalau mau main. hhe. Tapi jujur gue bahagia banget bisa menginjakkan kaki di pantai ini dan bisa menikmati keindahan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pulangnya gue merasakan lapar yang amat sangat. ditambah lagi hujan turun setelah melewati Wonosari dan memasuki pegunungan perbatasan Gunung Kidul gue menemukan sebuah warung makan di pinggir tebing. Orang-orang menyebutnya bukit bintang. Itu seperti punclut kalau di Bandung. Gue dan temen gue pun makan di sana. Tempatnya asyik, dingin, dan dibawahnya langsung pemandangan Kota Yogya. Foto yang berhasil gue abadikan emang enggak terlalu bagus karena kondisi alam berkabut.





Gue seneng banget bisa pergi ke sana. Meskipun hanya survey. Besoknya gue pergi lagi ke pantai itu. Nantikan ceritanya ya :)

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP