Loading...
Monday, January 30, 2012

Harus Bisa

Bisa dibilang aku adalah anak yang beruntung. Memiliki orang tua yang percaya padaku dan aku berusaha memegang kepercayaan orang tua tersebut. Dari dulu aku memang bukan anak yang pintar dan selalu ranking di kelas. Orang tua ku pun tidak memaksakan aku menjadi yang terbaik di sekolahan. Mereka benar-benar membebaskan aku dan tidak mengekang untuk selalu belajar. Tapi entah kenapa aku enggak bisa melampaui kebebasan yang diberikan orang tuaku. Mungkin gara-gara saat aku berada di taman kanak-kanak, ibuku selalu mengadukan pada guru TK bila aku melakukan hal yang salah. Aku malu karena aku selalu dipanggil ke depan kelas dan dinasihati oleh ibu guru. Semenjak itulah aku selalu malu bila melakukan hal yang salah.

Saat SMP-lah yang paling terasa kebebasan itu. Aku tidak dituntut apa-apa, tapi aku menyadari bahwa aku harus belajar dengan baik. Saat masuk SMP aku memang merasa depresi karena tidak masuk sekolah yang aku inginkan. Saat memilih organisasi pun aku dibebaskan. Semakin lama aku terjun ke dunia organisasi kesibukanku semakin padat, selalu pulang malam, tak ada waktu untuk belajar, dan jarang menghabiskan waktu di rumah. Tapi orang tuaku tetap percaya padaku dan tidak menyuruhku keluar dari organisasi.

Begitu pula saat SMA, orang tuaku tidak kesal ataupun marah saat mengetahui anaknya masuk sekolah yang tidak favorit, mereka tetap percaya padaku kalau aku bisa berprestasi di sana. Hal yang paling membuatku sedih adalah saat mereka mengetahui kalau aku tidak masuk universitas negeri. Terlihat raut wajah mereka yang sedih, tapi mereka tetap menyuruhku untuk melanjutkan kuliah. Mereka enggak mau kalau anaknya tidak kuliah. Dan saat aku meminta untuk mengikuti ujian masuk universitas negeri lagi, mereka setuju tapi mengenai kepindahan mereka masih bimbang karena sudah mengeluarkan uang banyak saat memasukkanku pada universitas swasta.

Saat pengumuman SNMPTN ternyata aku lolos. Orang tuaku mengizinkan aku untuk pindah kuliah ke Yogyakarta. Awalnya aku ragu dan kasihan karena biaya masuk kuliah itu tidak murah. Mereka memberikanku kepercayaan kalau aku bisa hidup dan kuliah di tempat yang bagus. Aku cukup terharu saat ibuku bilang kalau sudah menghabiskan puluhan juta untuk menguliahkanku itu tidak artinya saat mengetahui anaknya masuk universitas negeri yang ternama. Rezeki itu enggak akan kemana. Allah memberikan kesempatan di tahun tersebut bukan di tahun sebelumnya. Mendengar kata-katanya, mataku berkaca-kaca. Aku enggak sanggup harus menghilangkan kesempatan terbaik yang diberikan Allah dan kepercayaan orang tuaku. Aku harus bisa berprestasi di sini. Memang aku enggak bisa mengembalikan semua hal yang sudah diberikan orang tuaku, tapi aku bisa membahagiakan mereka. Aku berharap Allah memberikan jalan terbaik buatku dalam menuntut ilmu dan membahagiakan orang tuaku. Jasa orang tua memag sangat berarti. Hal itulah yang membuatku selalu menahan diri dari godaan-godaan yang lebih besar jika hidup sendiri.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP