Loading...
Monday, December 26, 2011

Ucapan Selamat


Suasana angka merah dalam kalender masehi masih terasa sampai hari ini. Mungkin banyak juga di antara kita yang memiliki teman bahkan sahabat yang sedang merayakan hari tersebut. Lalu bagaimana sikap kita sebagai muslim terhadap mereka yang sedang merayakannya? Apakah kita perlu mengucapkan selamat akan hari yang mereka rayakan sebagai hari besar? mari kita bahas ^.^

Sebelumnya saya ingin membeberkan fakta, yaitu:
1. Saya ini muslim;
2. Saya bukan orang yang ahli dalam agama;
3. Saya tidak mau membuat ajaran baru;
4. Saya tidak ingin memecahbelahkan agama;
5. Saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

Berdasarkan materi Shalat Jumat kemarin, 23/12/2011, bahwa seorang muslim diharamkan mengucapkan 'selamat' pada orang non-muslim yang merayakan hari besarnya. Itu berarti kita percaya dan yakin bahwa apa yang mereka rayakan itu ada. Sama halnya kita itu murtad percaya atas kelahiran Tuhan dan Tuhan itu beranak.

Di antara kita juga pasti ada yang mempunyai saudara, tetangga, rekan, teman, atau sahabat yang berlainan agama. Lalu bagaimana sikap kita saat mereka merayakan hari besar agama mereka? Apakah kita perlu mengucapkan selamat atau acuh?

Menurut saya, mengucapkan atau tidak mengucapkan itu tergantung pada diri kita masing-masing. Memang agak berat jika menerapkannya di negara yang memiliki banyak agama, suku, dan budaya. Dalam satu wilayah tidak mungkin hanya didiami oleh penduduk muslim saja, atau penduduk agama lain saja yang membentuk suatu komunitas, pasti ada pluralisme didalamnya. Hal yang harus kita lakukan adalah toleransi beragama, itu pernah kita kita pelajari dalam Pendidikan Moral Pancasila atau Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan saat kita menginjak sekolah dasar. Toleransi bisa dalam bentuk memberikan kesempatan dan menghargai saat mereka melakukan ibadahnya.


Ucapan selamat mungkin boleh dilakukan tapi tergantung hati dan niat kita. Allah swt. pasti tahu apa maksud dan tujuan kita. Prinsip dan niat saya saat mengucapkan selamat pada mereka adalah saya turut bahagia atas kebahagiaanmu tapi saya tidak turut bahagia atas apa yang kamu bahagiakan.

Mungkin ada beberapa orang yang beranggapan bahwa agama itu berbeturan dengan pertemanan (begitu pula pendapat agama berbenturan dengan ilmu). Intinya kita perlu mengkaji lagi atas apa yang kita pelajari. Kita tetap berpedoman pada Al-Quran dan Hadist, tapi ingat jangan ditelan mentah-mentah, tanyakan pada ahlinya jika tidak mengerti maksud dari Al-Quran dan Hadist.

Mohon maaf apabila ada kesalahan, kritik dan saran saya tunggu ^.^

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP