Loading...
Friday, July 15, 2011

Terima Kasih Atas Satu Tahun Ini

Enggak kerasa satu tahun sudah berlalu. Masa-masa yang penuh suka maupun duka.

Berawal dari SNMPTN 2010. Ini pertama kalinya aku mengikuti tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Sudah ikut bimbel tapi hasilnya nol besar. Aku gagal. Inginnya aku menganggur dan mengikuti ujian tahun depan tapi orang tuaku melarang. Aku disuruh kuliah di perguruan tinggi swasta. Untuk ikut tes tahun depan semuanya diserahkan padaku. Sebenernya enggak punya niat untuk melanjutkan sekolah di swasta tapi aku ikuti saja permintaan orang tuaku.

Aku disuruh mendaftar ke Universitas Pasundan jurusan Teknik Mesin. Kata ayahku jurusan itu prospek kerjanya bagus sekali. Banyak perusahaan yang membutuhkan sarjana teknik mesin. Aku pun pergi ke kampus IV di Jalan Setiabudhi bersama sahabatku untuk mendaftar. Seminggu kemudian waktunya untuk ujian masuknya. Alhamdulillah aku bisa mengerjakannya dengan lancar. Itu karena sebelumya aku mendapat soal ujian masuk gelombang pertama dari temanku sedangkan aku ikut yang gelombang kedua. Dua hari kemudian pengumuman sudah bisa dilihat. Alhamdulillah aku masuk, aku cukup senang tapi aku juga menunggu pengumuman STAN yang tinggal beberapa hari lagi. Siapa tahu saja masuk, eh taunya gagal, akhirnya aku masuk UNPAS deh. hahaha.

Ospek hari pertama universitas cukup santai. Hanya mendengarkan ceramah-ceramah saja. Saat itu aku juga cukup supel. Aku mendapatkan teman-teman baru yang baik. Namun sayangnya, kita hanya dipertemukan dua hari karena kita semua berbeda fakultas.
Dera (FISIP), Aji (FKIP), Lusi (FKIP), Nia (FKIP), dan Deasy (FE)

Setelah ospek fakultas berakhir, saatnya ospek fakultas. Nah, disinilah pengojlokan dimulai. Untungnya dulu waktu SMP aku sering dilatih mental, maka saat kakak-kakak senior memarahi kami, aku biasa saja. Soalnya tahu semua itu hanya akting. Aku juga enggak melawan, cape ah kan lagi bulan puasa hahaha. Saat dipertemukan teman-teman satu jurusan aku cukup kaget juga. Semua teman-teman satu jurusanku adalah keluaran SMK hanya beberapa orang termasuk aku yang merupakan keluaran SMA. Aku diberitahu oleh ayahku kalau pemikiran anak SMK dan SMA tuh berbeda. Aku pun baru sadar sekarang dan mencoba memahaminya.
 Aku botak! Hahahaha..

Alhamdulillah saat perkuliahan aku ditempatkan di kelas yang hampir semuanya baik. Candaan mereka enggak keterlaluan dan bisa menerima dengan baik. Di sana aku cukup dihargai oleh mereka. Semua teman sekelasku sangat kompak. Pokoknya seru kalau sudah ngobrol dengan mereka. Perubahan terjadi di semester dua dimana kelas dipecah seuai kontrak masing-masing. Kami semua terpisah-pisah. Selain itu sikapku juga berubah. Keinginan untuk pindah jurusan muncul saat itu. Itu karena salah satu nilai praktikumku jelek. Bukan hanya aku saja yang jelek tapi satu angkatan. Angkatan kami di blacklist oleh asisten laboratorium karena ada suatu hal yang membuat mereka tidak senang. Semenjak itulah aku mulai tidak respect pada senior dan lebih sering menyendiri di perpustakaan untuk menyiapkan ujian tahun 2011.

Selama satu tahun aku lebih sering emosi. Mulai dari praktikum yang dipersulit, nilai yang dibantai, tekanan dari angkatan atas, temanku yang sombong, dan masih banyak lagi. Itu semua membuatku stres. Tapi anehnya aku masih terus aja mengikuti acara demi acara di sana.

Suatu saat ada acara kumpul untuk merencanakan ospek 2011. Aku sudah bilang kalau aku tidak mau jadi panitia. Aku menolak karena aku akan mengikuti SNMPTN 2011. Aku harus fokus dan tak boleh gagal lagi. Tapi ternyata, aku malah diserang oleh teman-temanku di facebook. Mereka bilang kalau omongan aku tuh tidak sesuai dengan kenyataan, tidak solidaritas karena tidak jadi panitia. Mereka semua tidak mengerti. Ini untuk masa depanku. Aku hanya menggelengkan kepala saat membaca tulisan mereka.

Alhamdulillah, hasil SNMPTNku kali ini membuahkan hasil. Aku diterima di jurusan Teknik Planologi Universitas Gadjah Mada. Inginnya aku tetap bertahan di UNPAS tapi orang tuaku menyuruhku untuk pindah. Akhirnya aku resmi terdaftar jadi mahasiswa UGM.

Enggak ada kata menyesal aku keluar dari UNPAS. Malah aku berterima kasih sekali. Di sana aku belajar dengan baik sambil mempersiapkan ujian SNMPTN, ospek yang keras adalah pengalaman terbaikku karena itu akan berguna saat kerja nanti, teman-teman serta senior-senior yang baik, belajar memahami orang lain, dan pengalaman kuliah untuk kuliahku nanti. Semua pengalaman itu tidak akan pernah aku lupakan.

1 comments:

  1. hey...
    pernah jd anak unpas jg ya??
    jd anak PL toh ya skrg??

    ReplyDelete

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP