Loading...
Sunday, June 12, 2011

No is No!

"Don't do that! No is no!", seru Saitou-san dalam drama Saitou-san saat ada seorang yang melempar sampah sembarangan.




Tindakan Saitou-san ini mungkin dianggap orang-orang adalah hal yang tak penting. Tapi "no is no", tidak adalah tidak yang berarti suatu kesalahan adalah kesalahan yang harus diperbaiki dan dan bukan dijadikan suatu kebiasaan.


Di negara kita sudah banyak kesalahan-kesalahan yang terjadi. Hingga sekarang, kesalahan-kesalahan itu masih tetap berjalan dan belum berhenti. Aturan-aturan yang dibuat hanya dijadikan sebagai formalitas aja. Sedangkan pencerminannya masih tidak ada.

Itulah yang membuat Indonesia selalu tertinggal. Warganya tidak pernah menghargai suatu aturan kebenaran. Kesalahan tetap dijunjung tinggi sedangkan kebenaran ditutup-tutupi. Selama aib belum terbongkar kebenaran akan selalu bersembunyi dalam lubang tertutup.

Apakah kita akan selalu menjadi negara tertinggal?
Silakan jawab pertanyaan tersebut. Jika tidak, bagaimana caranya? Apakah kita sebagai warga turut membangun pembangunan negara ini?

Pikiran picik sempat terlintas dalam kepalaku. Mungkin jika kita masih dijajah, pasti kita tidak akan tertinggal dan menjadi negara maju. Memang pasti kita dijadikan nomor dua tapi penyiksaan tidak akan terjadi karena undang-undang hak asasi manusia sudah ada.

Sekarang tinggal dikembalikan pada kita sendiri. Apa yang akan kita lakukan untuk Indonesia? Apakah kita akan melakukan kebenaran atau kesalahan?

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP