Loading...
Sunday, May 8, 2011

Menahan Emosi Itu Sulit

Sabtu, 7 Mei 2011 ada jadwal praktikum, tepatnya jam 14.00 WIB. Seperti biasa sebelum praktikum dimulai, satu jam sebelumnya kami sudah standby di depan laboratorium agar tidak terlambat. Seperti biasa juga yang dilakukan kami adalah ngobrol, curhat, dan ngebodor. Tiba-tiba asisten laboratorium yang kami benci keluar dan berikut adalah percakapannya :
Asisten Lab. (A) : Lihat apa yang dilakukan teman kalian! Menggunakan peralatan lab. tidak sesuai dengan peruntukkannya! Ini tissue masa dipakai curhat! (dengan nada marah sambil menunjukkan tissue yang penuh dengan tulisan). Keluar kamu Bambang! (teriak sang asisten)
Bambang (B) : Iya kang.
A : Coba jelaskan apa maksud kamu! Cepat! Atau baca yang keras didepan teman-temanmu!
B : Jangan dong kang, iya maaf!
A : Cepat baca atau kamu sini (menunjuk salah satu temanku) baca ini!
Temanku menurut dan membacanya. Isinya curhatan cinta mengenai kepergian cewek.
A : Sekarang coba jelaskan!
Bambang terdiam malu, semua penghuni basement melihat Bambang dan semuanya juga tertawa, hanya aku yang tidak tertawa. Pertama, aku sangat benci pada asisten yang sering memarahi temanku tanpa sebab. Kedua aku ingin membuat asisten malu karena usaha dia untuk mempermalukan temanku itu tidak berhasil. Tapi sayang teman-temanku menertawaknnya sehingga rencanaku gagal. Tapi saat asisten bertanya mengenai hukuman buat temanku tersebut, aku hanya menjawab, "Ya sudahlah, enggak penting-penting amat".

Ya, itu dia, asisten laboratorium angkatan 2009 yang gayanya sok. ok pintar, sok senior, dan sok sempurna. Kerjaanya hanya menelepon dan merokok di dalam laboratorium. Melihat tingkahnya sungguh ingin melempar kotoran ke wajahnya. Marah-marah adalah bagian dalam hidupnya. Saat praktikum dimulai juga dia mulai marah-marah.
A : Sudah dibilang jangan pakai tipe-ex! Diva MANA?!
Saya (D) : Saya kang!
A : KENAPA LAPORAN KAMU MASIH PAKAI TIPE-EX, SUDAH DIBILANG KAN JANGAN PAKAI TIPE-EX?!
D : LAPORAN KEMARIN TIDAK APA-APA PAKAI TIPE-EX!
A : KEMARIN SAMA SIAPA?
D : KANG I****, SAYA HANYA DICORET TANDA BACA YANG KURANG SAJA.
A : TIDAK BISA! SAMA SAYA HARUS TIDAK BOLEH ADA TIPE-EX.
D : OH! OKE! (emosi tingkat tinggi)

Saat awal-awal praktikum benar-benar ujian buatku. Emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun kepala benar-benar tak tertahankan. Apalagi melihat tingkahnya yang begitu menyebalkan kepada seniornya sendiri yang baru ikut praktikum. Kepalan tanganku benar-benar ingin menghantam wajahnya. Tapi coba aku tahan dan sebagai gantinya aku menggoret-goret meja dengan cakarku.

Sejam kemudian dosen masuk ke dalam lab untuk urusan tertentu. Sikap sang asisten benar-benar berubah. Ia menjadi lembut dan baik hati. Dasar serigala berbulu domba, kesalku dalam hati.

Setelah praktikum selesai, aku mampir ke kostan temanku untuk mengembalikan buku. Di sana pun kami saling bercerita tentang tingkah-tingkah asisten di laboratorium yang ada di jurusanku. Tentu saja setelah bercerita itu semangatku untuk pindah semakin membara... HAHAHAHAHAHAHAHA

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP