Loading...
Thursday, May 5, 2011

Enggak tahu harus berkata apa lagi, aku ingin pindaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah dari tempat kuliahku sekarang. Setelah hampir satu tahun di sana aku merasakan ada sistem yang agak kacau di sini. aku enggak tega sama orang tua kalau aku enggak lulus-lulus akibat arogansi pihak-pihak yang seharusnya tidak berpengaruh dalam kuliah kalau di tempat kuliah lainnya. Siapakah itu? Jawabannya adalah senior yang merangkap sebagai asisten laboratorium atau bisa disebut juga asisten dosen. Apa pengaruh mereka dalam perkuliahan kita? Mari aku jabarkan secara detil.


Di jurusanku ada kurang lebih 11 praktikum yang harus diikuti mahasiswanya. Praktikum tersebut masuk kedalam jatah SKS sebesar 1 SKS. Tentu saja dengan begitu praktikum sangat berpengaruh terhadap indeks prestasi kita. Jika ada mata kuliah yang dipraktikumkan maka pembagian nilainya adalah 65% untuk mata kuliah dan 35% untuk praktikum. Sedangkan praktikum tanpa mata kuliah bobotnya 100% nilai praktikum.
Kegiatan praktikum tidak dipegang oleh dosen melainkan dipegang penuh oleh asisten laboratorium tanpa ada pengawasan dari kepala laboratorium yang seorang dosen. Asisten laboratorium adalah mahasiswa tingkat atas dengan syarat kelulusan nilai praktikumnya minimal B. Tapi di kampusku itu hanya sekedar syarat yang tak perlu dipedulikan. Asisten laboratorium dipilih dari 2 UKM jurusan. Jadi mau pintar atau bodoh bisa jadi asisten laboratorium yang penting merupakan salah satu anggota dari UKM jurusan.

Setiap praktikum pasti mempunyai tugas membuat laporan. Laporannya itu dibuat dengan tulis tangan dengan jumlah lembar untuk dasar teorinya cukup banyak. Ada yang 15 lembar, 20 lembar, 25 lembar, bahkan ada yang 10 lembar di buku kampus dan 15 lembar di kertas HVS dengan batas waktu yang sangat sedikit. Aku sendiri merasakan manfaatnya, yaitu aku jadi membaca buku yang aku salin. Tapi dampak negatifnya adalah aku sering bergadang, ngantuk di kelas, kuliah keteteran, semuanya dilakukan hanya untuk praktikum. Daripada manfaat lebih banyak hal negatif yang aku dapat. kalau dipikir-pikir itu semua sama dengan membunuh pelan-pelan.

Enam orang dari angkatanku pernah ada yang mengadu ke ketua jurusan. Mereka bilang kalau praktikum dipersulit, dimintain ini-itu-lah, dimarah-marahi dan lain sebagainya. Mereka mengadu karena kita memang berhak mengadu dalam hal apapun perkuliahan. Tentu saja ketua jurusan bertindak cepat. Beliau meminta kepala laboratorium untuk membuat tugas yang hanya dikerjakan di dalam laboratorium dan tidak boleh dibawa ke rumah. Setelah itu kepala laboratorium berkata pada asisten laboratorium. dan hasilnya adalah asisten laboratorium marah pada angkatan kami. Angkatan kami di blacklist sehingga tidak dapat menjadi asisten laboratorium, itu berpengaruh pada praktikum selanjutnya. Bukan hanya itu, nilai praktikum semuanya dipangkas dan semua bernilai D. Untung mata ada mata kuliahnya sehingga nilai akhirnya terbantu, meskipun sangat tidak memuaskan.

Gara-gara itu semua angkatanku dianggap angkatan cemen, lemah, dan hal jelek lainnya. Sekain itu angkatan kami juga dijelek-jelekan pada jurusan lain. Semboyan solidaritas memang hanya tempelan saja di bendera jurusan dan tidak bermakna apa-apa. Mana ada kakak yang menjelek-jelekan adiknya sendiri. Mana ada seorang kakak yang membenci adiknya sendiri. Semua itu membuat aku lelah. Aku ingin lulus 4 tahun dan membahagiakan orang tua, tapi kalau sudah terlanjur diblacklist, kapan aku lulusnya. Belum lagi ada isu praktikum yang nilainya D harus diulang. Boleh kalau enggak bayar lagi, ini harus bayar lagi mana mahal lagi hampir 200 ribu.

Mama, aku ingin pidah kuliah. Tolong izinkanlah aku. Aku berjanji akan belajar dengan benar dan meraih indeks prestasi yang bagus seperti di kuliahku sekarang.
Ya Allah, berikanlah jalan terbaik. Aku ingin pindah, aku enggak mau merusak ragaku hanya demi arogansi orang-orang yang tidak dewasa itu. Ya Allah kabulkanlah doaku.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP