Loading...
Thursday, April 28, 2011

Masalah yang Tak Kunjung Berakhir

Kemarin, sampai di rumah pukul 18.07 WIB dan si mama langsung bercerita gosip mengenai penyanyi Syahrini. Aku pun langsung ikut mejeng di depan televisi. Hal yang bikin tertarik sekaligus emosi adalah pemberitaan mengenai Syahrini di salah satu tabloid yang benar-benar sepele.

Aku memang bukan fans fanatik Syahrini, tapi aku suka lagunya dan gayanya. Oh ya, dan satu lagi yang aku suka adalah ketegarannya menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi. Syahrini tetap tenang dan sabar menghadapi masalahnya yang tak kunjung usai sampai sekarang.


Masalah pertama adalah mengenai perseteruan dengan pihak Blue Ice, salah satu event organizer. Syahrini tidak hadir dalam acara yang sudah dikontrak oleh pihak Blue Ice. Hal itu dikarenakan ayah Syahrini sedang sakit dan akhirnya meninggal dunia pada hari dimana Syahrini harus manggung. Alangkah menyesalnya Syahrini bila ia tidak menemani ayahnya saat akan dipanggil oleh Tuhan yang Maha Esa. Pihak Blue Ice merasa dirugikan dan melayangkan gugatan pada Syahrini sebesar Rp400.000.000. Padahal bayaran Syahrini hanya Rp60.000.000 yang dibayar dimuka. Kalau menurutku, lebih baik damai saja, enggak usah dibawa-bawa ke pengadilan segala. yahrini tinggal kembalikan uangnya dan ditambah sedikitlah sebagai permintaan maaf. Pihak Blue Ice juga kira-kira dong dalam menggugat. Sebagai sesama manusia saling mengerti dan tahu keadaan sang artis bagaimana.

Masalah kedua adalah tentang tulisan dalam sebuah tabloid yang menyatakan bahwa Syahrini menyembunyikan jati dirinya. Dalam tabloid itu dikatakan bahwa Syahrini tidak mengakui Sukabumi sebagai kota tempat masa kecilnya. OMG! Ini masalah paling sepele. Mengapa? Wajar saja penyanyi yang super sibuk tidak mengatakan di mana ia tinggal saat masih kecil, sekolahnya, dan lain-lain. Kalau ada guru yang mengatakan ia kecewa dengan sikap Syahrini yang tidak mengingat masa kecilnya, itu adalah guru yang benar-benar keterlaluan. Harusnya guru memaklumi kesibukan alumninya. Mungkin kalau murid bodoh dan jadi pengangguran tidak akan diagung-agungkan seperti murid yang jadi artis.

Meskipun banyak masalah yang dihadapi Syahrini, ia tetap tersenyum, sabar, dan menghadapinya dengan lapang dada. Itu benar-benar jadi pelajaran buat aku dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di dunia ini. Semangat terus Syahrini, kamu pasti bisa melewati hal-hal ini. Allah selalu ada di sisimu.


0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP