Loading...
Wednesday, March 16, 2011

Sakit Kepala

Akhir-akhir ini kepalaku terasa aneh, sering pusing dan sakit kepala. Mungkin karena semua isi kepalaku sedang bergejolak. Mulai sibuk mengurusi tugas praktikum yang banyak dan harus bergadang setiap hari dan juga pikiran-pikiran aneh tentang kuliah. Semua isi otak ini ingin aku keluarkan, dengan begitu aku bisa sedikit lebih tenang dan tekanan hidupku sedikit berkurang.

Minggu keempat Februari adalah awal dari kesibukkan ku di kuliah. Bukan karena UKM atau kegiatan keorganisasian melainkan tugas praktikum. Ya, beginilah saat praktikum di universitas tempatku menuntut ilmu. Berbeda dengan semester satu kemarin yang lebih santai sekarang adalah semester terberat dalam perkuliahan. Itu karena ada dua praktikum yang berbarengan, yaitu Fisika Dasar dan Material Teknik, keduanya dilaksanakan berbarengan sebelum UTS. Seperti biasa juga, kami dibebaskan untuk memilih jadwal sesuai kehendak hati dan jangan sampai bentrok dengan kuliah. Untuk praktikum Material Teknik penjadwalnannya bebas, terserah mau kapan saja asal sesuai hari yang sudah ditentukan. Berbeda dengan praktikum Fisika Dasar, kami tdipersilakan memilih kelompok. Setiap 5 kelompok berbeda shift. Dan saat pemilihan kelompok itu sudah ada tanggal praktikum. Dan setelah diteliti ternyata jarak antarpertemuan hanya berselang 2 hari. Tradisi di jurusanku adalah setiap mahasiswa yang mengikuti praktikum harus membuat sebuah laporan dengan dasar teori yang sudah ditentukan jumlahnya dan semua itu tulis tangan. Tidak seperti praktikum Proses Manufaktur dan Material Teknik, praktikum FIsika Dasar mewajibkan untuk menulis laporan awal di buku kampus sebanyak 10 lembar yang dikumpulkan saat praktikum. Selesai praktikum, keesokan harinya buku kampus harus lengkap beserta data hasil percobaan yang dilakukan. Keesokan harinya lagi, tulisan di buku kampus harus disalin di kertas HVS dengan dasar teori sebanyak 15 lembar. Keesokan harinya lagi harus menyiapkan buku kampus lagi untuk praktikum modul selanjutnya. Betapa lelahnya raga ini, ditambah lagi dengan praktikum Material Teknik yang mewajibkan untuk menulis dasar teori 15 lembar untuk 1 modul dalam 1 pertemuan dan 20 lembar untuk 2  modul dalam 1 pertemuan.


Tanggal 15 Maret 2011 kemarin adalah akhir dari praktikum. Malam-malam sebelumnya aku bergadang terus-terusan untuk menyelesaikan laporan akhir praktikum fisika dasar. Isi laporan tersebut adalah sama seperti di buku kampus, setiap modul memuat dasar teori 10 lembar, total semua ketikan adalah 120 lembar kertas A5. Tugas itu diperintahkan pada hari Sabtu dan harus dikumpulkan hari Senin atau Selasa, sekaligus presentai pengenai praktikum. Di hari senin, tugas tersebut belum selesai, begitu pula di hari Selasa. Di hari selasa, kepala terasa begitu cenat-cenut, itu karena sebelumnya bergadang. Mata kuliah Metrologi Industri diikuti dengan penuh rasa kantuk, begitu pula dengan mata kuliah Statka Struktur, kuis pun diisi sebisanya dan penuh dengan terkaan. Setelah keluar kelas, aku terhasut oleh teman-temanku yang tidak akan mengikuti presentasi fisika. Dengan penuh kepastian, aku tidak akan mengikuti presentasi fisika. Setelah itu, dengan penuh ketidak-mood-an aku bersama teman-teman sekelompok mengikuti praktikum Material Teknik. Untuk asisten laboratorium berhasil dirayu, jadinya 3 pertemuan dijadikan satu pertemuan. Tiba-tiba asisten laboratorium fisika dasar datang ke lab. Material dan menyuruh aku dan kelompokku untuk ikut presentasi. Akhirnya aku beserta temanku ikut presentasi dan kebagian pukul 21.00.

Saat menunggu giliran presentasi, pikiran-pikiranku membeludak di dalam otak. Pertama, mengenai presentasi fisika dasar yang merupakan bagian dari praktikum. Aku sempat kesal, mengapa harus dilakukan sampai larut begini, kenapa enggak besok. Supaya lebih fresh dan lebih lancar. Perguruan tinggi macam apa ini? Bukannya bikin pinter tapi malah bikin orang mati pelan-pelan. Gara-gara tugas ini kuliahku terceceran, tiap hari datang tapi nyawaku ingin istirahat dengan tenang. Kedua, aku dengar cerita dari dosennya yang ngakunya “jujur” kalau belajar di sini, susah lulusnya. Aku ingat 3 hal yang pernah dikatakan seniorku mengenai susah lulusnya mahasiswa di jurusan ini. 1. Asisten laboratorium mempersulit nilai praktikum. 2. Dosen lama mengeluarkan nilai. 3. Mahasiswa bermental tempe. Semua itu kalau dipikirkan terasa benar. Asisten laboratorium mempersulit kita dalam praktikum. Tugasnya yang banyak dalam waktu sedikit, asistensi dipersulit, dan alasan lain yang tak perlu aku sebutkan. Selain itu selalu mengganggu jadwal kuliah. Gara-gara ini mahasiswa jadi lebih mementingkan praktikum dibanding kuliah. Padahal bobot praktikum  hanya 1 sks. Penilaian juga dilakukan berdasarkan suka-suka. Aku merasa aneh dengan nilai B yang tertera pada mata kuliah Proses Manufaktur. Dosen yang bersangkutan memastikan kalau nilaiku A untuk bobot 4 sks dan dipastikan nilaiku A untuk hasil akhir. Aku juga yakin karena bobot 1 sks sisanya adalah untuk praktikum. Aku merasa praktikum berjalan lancar, mengerti, dan selalu menjawab pertanyaan dengan benar. Hanya saja saat kerja bangku aku hanya diam karena aku tidak biasa melakukan kegiatan pertukangan. Kalau dihitung-hitung, bobot 1 sks itu nilainya D. Heran sekaligus kesal, kok bisa aku dapat D untuk praktikum. Dosen yang jarang masuk dan lama mengeluarkan nilai jadi penghambat juga. Dan mahasiswa bermental tempe, mahasiswa yang enggak mau ribet, ingin santai dan ingin enaknya.

Hal positifnya dari tugas tersebut adalah kita bisa membaca sekaligus belajar dari buku sumber. Tapi semua itu tidak ada mafaatnya kalau kita sakit gara-gara terlalu memforsir tubuh dalam melakukan tugas tersebut. Sesempurna apapun tugas kita pasti dicoret, dirobek, atau dibakar oleh sang pemeriksa. Aku sempat berpikir, seniorku saja bisa melakukan hal itu, masa aku tidak bisa. Aku ingin sekali memegang prinsip itu, tapi sulit karena ada beberapa hal.

Gara-gara semua ini, keinginanku untuk mengikuti SNMPTN tahun ini semakin besar. Semoga, keberuntunganku besar untuk SNMPTN tahun ini.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP