Loading...
Friday, March 11, 2011

My Best Friends

Sebelumnya aku mau berterima kasih dulu pada postingan kawan-kawan blogger mengenai sahabatnya masing-masing karena itu memberikan inspirasi buatku untuk menulis postingan ini. Cekidot!

Lita Mandasari, biasa dipanggil Lita olehku, tapi oleh teman-teman di klub basketnya sering dipanggil 'behel' karena ia menggunakan behel untuk merapikan giginya. Lita adalah sahabat terbaikku saat SMA. Awalnya kami dipertemukan di satu kelas, yaitu 10-7. Tidak hanya kami, ada Adit, Suci, dan Esa. Kami berlima selalu bersama saat di sekolah maupun di luar sekolah. Aku, Esa, dan Suci adalah teman satu SMP jadi kita sudah akrab saat dipertemukan di satu kelas. Akibat suatu permasalahan, akhirnya kami bubar dan yang masih sering bersama tinggal, aku, Esa, dan Lita. Saat kelas 1 semester 2 kami memplokamirkan kalau kami adalah sahabat selamanya. hahaha.


Kembali ke foto yang di atas. Ya, itu adalah foto sahabatku Lita. Lita adalah orang yang mudah bergaul. Kalau dia bertemu dengan orang yang tidak dikenal pasti orang itu bisa akrab dengannya. Aku dan Esa sering menyebutnya orang yang sok akrab karena diantara kami cuma dia yang paling berani berbicara pada orang yang tidak dikenal tanpa ada urusan yang penting.

Aku paling akrab dengan Lita karena Esa sekarang sedang menuntut ilmu di negeri sebrang (Garut) jadi jarang bertemu. Lita itu memang asyik orangnya, diajak ngobrol, diajak jalan, minjem duit, minta makan, dan lain-lain, pasti mau. Hal yang paling aku sukai adalah dia tidak dominan dalam berbicara. Dia memang suka curhat mengenai kehidupan cintanya tapi dia juga selalu memberikan kesempatan buatku untuk curhat padanya. Dia itu adalah pendengar dan pembicara yang baik.

Teman-temanku banyak yang menyukainya saat melihat fotonya. Ya aku akui dia memang cantik, cantik dewasa. Bahkan waktu aku mengantarkan di ke salah satu perguruan tinggi, petugasnya mengira kalau aku yang mau daftar dan diantarkan oleh kakak perempuanku. Saat itu aku ngakak banget atas pernyataan sang petugas. Lalu, dia enggak pernah malu jalan sama aku, padahal muka aku pas-pasan banget, apalagi lagi masa pertumbuhan dan habis ospek gini, aduh jelek banget gue. Tapi dia selalu mau kalau aku ajak buat nganterin kemana-mana.

Meskipun dia sudah mempunyai teman-teman di kampus barunya, tapi ia tidak pernah melupakan aku dan Esa. Ia tetap setia menjadi sahabatku. Cukup terharu saat kami sudah lama tidak bertemu (kira-kira 3 bulan) dan dia mengungkapkan pernyataan tentang aku dan Esa.

waduh, jadi sedikit melankolis nih kalau nyebut-nyebut kata sahabat. inilah pertama kalinya dalam hidupku mempunyai sahabat yang setia. Meskipun kami sudah berbeda kampus kami masih sering berkomunikasi. Kemarin aku baru saja pergi ke rumah sakit menjenguk Lita yang terkena demam berdarah. Cukup senang sekaligus terharu saat dia menjawab pertanyaan suster yang bertanya, "Siapa itu?". dan ia menjawab, "Sahabat aku"


You are my friends in my life.
Thank you.
diva ~


0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP