Loading...
Friday, January 28, 2011

Dari Kenalan Sampai Akrab dengan Internet

Saya tahu tentang internet sejak masa sekolah dasar dulu. Memang pengetahuanku tentang internet tidak seberapa, hanya sebatas dunia tak nyata yang asyik dan berisi bermacam-macam sesuai yang kita inginkan. Itu juga kata temanku yang memasang internet di rumahnya. 

Saat menginjak kelas 1 SMP, itulah pertama kalinya aku merasakan betapa asyiknya berinternet ria. Ajakan temanku untuk chatting di mIRC dan membuat akun jejaring sosial Friendster membuat aku keasyikan bersosialisasi di jagad dunia maya. Gara-gara keasyikan itulah aku tidak pernah absen untuk membuang uang Rp3500 tiap jamnya di warung internet. Bisa dibilang dulu warnet tuh jarang banget. Cuma ada satu warnet yang ada di komplek rumahnku. Di dekat sekolah juga cuma ada satu dan leletnya bukan main. Walaupun begitu tidak mengubahku untuk tidak menyukai internet.


Jika ada tugas yang membutuhkan informasi dari internet, aku pasti langsung pergi ke warnet. Bukan hanya untuk mencari informasi tapi juga bergaul di dunia maya. Kalau diukur, lebih sebentar mencari informasi dibanding membuka situs jejaring sosial. Ya, namanya juga remaja, harap maklum.

Internet memberikan berbagai informasi dari yang mendidik maupun tidak mendidik. Informasi yang tak cocok untuk remaja bisa kita dapatkan juga. Namanya remaja yang penasaran, tentu saja siapa yang tidak penasaran dengan situs dewasa. Dibukalah itu situs, astafirullahaladzim! Aku tidak akan pernah membukanya lagi di warnet karena kata temanku server di warnet bisa mengetahui situs apa saja yang sedang client-nya buka. Ah, kalau ketahuan kan malu...
Aku adalah seorang pecinta anime, khususnya anime zaman dulu. Aku selalu mencari informasi tentang anime di internet, seperti ceritanya, gambar, dan soundtracknya. Saat aku menemukan soundtracknya dan bisa didownload, aku sangat senang sekali karena aku bisa mendenarkan lagu tersebut di rumah. Semenjak tahu hal itu, aku lebih sering ke warnet yang terdapat colokan flashdisknya. Pada saat itu jarang sekali warnet yang ada colokan flashdisknya.

Heboh jejaring sosial membuat keinginanku membuka internet semakin tinggi. Tak mungkin aku harus pergi ke warnet tiap hari karena itu bisa menghabiskan uang jajanku. Aku coba memakai ponsel. Aku aktifkan GPRS dan berhasil. Tapi biaya GPRS pada saat itu cukup mahal Rp11/kb dan tampilan Friendster belum ada versi mobilenya, jadi harus memakai situs converter yang mengubah web menjadi tampilan wap. Meskipun begitu aku senang bisa membuka friendster dari ponsel. Baru sekitar tahun 2007, friendster bisa diakses dengan tampilan ponsel dan itu membuat aku semakin addict pada friendster.

Baru setelah mengenal facebook, kehidupanku berubah. Berkat jejaring yang sangat populer ini aku jadi mendapatkan banyak teman dan berkomunikasi dengan teman lama pun semakin mudah. Selain facebook aku menemukan blogger. Penyedia blog gratis yang memungkinkan kita menulis berbagai hal, serasa di website pribadi. Sampai saat ini hobi menulisku masih berjalan walaupun semua tulisanku tidak terlalu penting. Hahahaha. 

Masih banyak pengalaman-pengalaman seru seputar internet yang saya alami sampai mengubah gaya hidupku. Setiap saat harus selalu update, baik menerima informasi maupun memberikan informasi. Itu semua perlu dilakukan agar kita tidak tertinggal berbagai informasi dan memanfaatkan teknologi yang ada. Dari semua keuntungan yang didapat, tentu saja ada dampak negatif yang bisa kita dapat, semuapun sudah tahu dampak negatifnya dan banyak teman-teman kita yang sudah mengalaminya. Maka dari itu. Alangkah baiknya jika kita lebih bijak dalam menggunakan internet dan bisa memilah informasi yang ada. 

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP