Loading...
Monday, December 27, 2010

Keluh Kesah Tanggal 26

seminggu yang lalu aku sudah berencana untuk datang ke area Car Free Day bersama teman-teman. Ditambah lagi di sana ada acara Pagelaran Seni dan Budaya Harmoni Anak Negeri. Kebetulan dua orang temanku adalah pengisi acara tersebut, mereka perwakilan dari Kabumi UPI, sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa dibidang seni Universitas Pendidikan Indonesia. Namun, semua rencanaku itu harus gagal dikarenakan ada acara pelantikan anggota himpunan di kampusku. Pada saat itu aku benar-benar bimbang, bingung mau memilih yang mana.



Berhubung niatan di hati cukup besar, akhirnya aku memilih mengikuti acara pelantikan yang merupakan puncak dari masa bimbingan mahasiswa. Seperti biasa, aku diremehkan oleh beberapa orang temanku. Mereka tidak percaya kalau aku bakal ikut acara seperti itu. Mereka piker aku bermental lembek. Tapi sorry ya! Pikiran itu salah, mental kuatku sudah dibentuk dari kelas satu SMP saat aku masuk ke ekstrakulikuler PMR dan masa orientasi siswa saat SMA.



 

Tak disangka aku datang paling awal. Sebelum panitia siap, aku sudah datang. Aku menunggu beberapa menit di sepan pintu gerbang. Angin dingin pukul 5 subuh begitu menusuk dan rasa ingin buang air terasa di ujung tanduk. Paling menyiksa adalah rasa ingin poop, tapi aku tahan sampai panitia datang. Namun setelah panitia datang rasa itu hilang seiring berjalannya waktu.


 

Seperti yang sudah kuduga pemanasan dilakukan panitia. Jujur semuanya tak aku dengar karena hanya ragaku yang ada di sana sedangkan nyawaku sedang berkeliling dan berjalan-jalan di area Car Free Day. Semua rangkaian acara aku ikuti dengan tidak hikmat namun saat hal-hal penting saja seperti kata-kata motivasi dan nasihat dari ketua jurusan, koordinator mahasiswa, pengurus himpunan, panitia, dan alumni.


 

It's time for creation. Dalam acara ini semua peserta disuruh membuat logo MABIM dari bahan-bahan yang telah dibawa. Karena kelompoknya Prince of Love (pangeran cinta bikin ilfil) kekurangan anggota, maka dia bergabung dengan kelompokku. Dan seperti biasa, dia sok ngatur dan merasa dirinya paling benar. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya. Saat upacara penutupan, dia iri pada temanku yang menjadi perwakilan yang disematkan oleh kepala jurusan. So childish, I don't know, he just joking or seriously.


 

Ritual setelah peresmian anggota himpunan wajib dilakukan, yaitu dengan menyiramkan oli bekas pada tubuh. Aku sedikit panic karena alat-alat gambar sebagian ada di saku celanaku. Aku tak sempat bilang pada senior, ya sudah akhirnya aku simpan saja. Aku hanya mengikuti apa yang diperintahkan, saat itu kepalaku benar-benar pusing karena gerimis menerjang kepalaku. Dan tiba-tiba terasa dingin di kepalaku, cairan kental berwarna hitam mengalir dari atas kepalaku ke bagian bawah tubuhku. Hal yang aku pikirkan adalah alat-alat yang ada di saku celanaku. Pastinya aku harus mengelap satu-satu alat gambar itu.


 

Setelah semua oli berlumuran pada tubuhku dan teman-teman yang lainnya. Prince of Love said, "Div, tetep mau daftar ke ITB?". Aku lantas menjawab, "Tentu saja, apa salahnya mencoba?". Dia lantas berkata. "Udah cape-cape gini, entar nyesel. Hahaha".
I didn't answer this question. Selain aku geuleuh, aku kesal juga jadinya.


 

Dari semua kegiatan yang elah aku lakukan hari itu, aku telah mendapat banyak pelajaran. Terima kasih atas nasihat-nasihat yang diberikan. Sangat berguna.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP