Loading...
Tuesday, December 14, 2010

Cerita Kuliah

Postingan ini bukan berarti menjelek-jelekkan seseorang, hanya ingin tahu saja. Sebagai manusia baru yang beraktivitas di lingkungan baru tentu saja banyak pertanyaan untuk mengetahui semua hal, baik yang kecil maupun yang besar.

Jumat kemarin, tepatnya tanggal 10 Desember 2010, saya beserta rekan-rekan mengikuti praktik yang diadakan di kamous untuk memenui nilai mata kuliah. Praktikum Proses Manufaktur. Sama seperti praktik gambar mekanikal beberapa minggu yang lalu, praktik ini diawasi oleh asisten laboratorium yang merupakan kakak tingkat dalam jurusan yang sama. Tentu saja banyak perbedaan antara belajar dengan dosen dan asisten laboratorium. Buat blogger yang kuliah pasti mengetahui jawabannya. Kalau menurutku paling enak belajar dengan dosen, berikut uraiannya :
Cara belajar dosen itu biasa saja, tergantung dengan ciri khas dosen tersebut. Tapi rata-rata menyerahkan semuanya pada mahasiswa. Dosen percaya, sebagai mahasiswa pasti memiliki tanggung jawab dan bisa memilih mana yang harus dilakukan atau tidak. Dosen kecewa bila ada mahasiswa yang gagal, berarti mahasiswanya tidak mau berusaha. Dosen memberikan tugas yang masuk akal, tidak terlalu memberatkan mahasiswa yang penting mahasiswa paham akan tugasnya tersebut.
Asisten laboratorium juga tergantung dengan karakternya masing-masing. Memberikan tugas yang tidak masuk akal tapi bisa dikerjakan. Menuntut mahasiswa untuk bisa, jika tidak bisa dihukum. Menyindir mahasiswa yang aneh dalam hal apapun. seperti nama, kelakukan, gaya busana, gaya rambut, apapun itu pasti ditertawakan. Memang tidak semua asisten laboratorium seperti itu, ada yang baik dan mau membantu ada juga yang tidak. Ada yang menghargai hasil karya orang lain adapula yang tidak itu tergantung dengan sifat masing-masing.
Mengapa bisa seperti itu?
Berdasarkan hipotesa saya, asisten laboratorium cenderung lebih membalas dendam pada mahasiswa. Saat dia menjadi praktikan, kemungkinnan besar dia diperlakukan sama dengan asisten sebelumnya. Dendam kesumat terjadi dan akhirnya membalas dendam pada angkatan di bawahnya. Tugas yang diberikan asisten laboratorium sebagaimana dia. Meskipun menurut aturan salah tapi menurutnya benar berarti itu benar, begitu pula sebaliknya. Jika mengumpulkan tugas harus tepat waktu, dia tidak peduli kita ada kuliah atau tidak, sedang apa, yang penting tugas harus dikumpulkan pada saat itu. Saat memeriksa dia memberi tanda salah sedikit, kesalahan yang lain ditutupi untunk pengumpulan berikutnya. Berbeda dengan dosen, ia memberi tugas yang tidak kira-kira dengan waktu yang kira-kira. Beliau tahu kalau mahasiswanya bukan hanya mengikuti kuliahnya saja, tapi masih banyak kuliah yang harus diikuti mahasiswa. Waktu pengumpulan harus tepat waktu, tapi tidak mengganggu jadwal kuliah mahasiswanya.
Gara-gara pengumpulan tugas yang diberikan asisten laboratorium mengganggu jadwal kuliah, tak ayal mahasiswa menjadi bahan amarah dosen. Padahal kan kita hanya mengikutinya saja. Anehnya, mengapa kita lebih takut dengan asisten laboratorium dobandpng dengan dosen. Menurut hipotesa yang aku buat asisten laboratorium umumnya adalah kakak tingkat yang hanya berbeda beberapa tahun dengan kita. Rasa dendam memuncak karena beberapa tahun lalu dia diperlakukan sama, mungkin lebih menyakitkan. Jika galak dia lebih galak dari apa yang kita bayangkan, hal itulah yang membuat kita sangat takut terhadapnya. Berbeda dengan dosen. Kita memandangnya seorang yang lebih tua, lebih dewasa, dan mengerti. Makanya kita tidak terlalu takut dengannya. Itu juga terbukti pada temanku, tugas praktikum dia lebih bagus daripada tugas kuliah, itu semua karena takut asisten dosen.
Hal yang paling membuatku bertanya-tanya, mengapa orang yang tidak bisa dalam teori, bisa jadi asisten laboratorium. Aku akui praktiknya bagus dan dia lihai menggunakan berbagai alat yang ada disana. Tapi kita kan dididik untuk menjadi seorang sarjana, bukan tukang yang mengerjakan hal seperti itu. Kita hanya sebatas tahu dan bisa, bukan lihai dan memperdalamnya.
Aku yakin semua perlakuannya itu bisa bermanfaat bagi kita nanti. Semoga.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP