Loading...
Wednesday, September 8, 2010

7 Hari Ospek Sungguh Melelahkan

25 Agustus 2010
Hari pertama ospek universitas. Sebelumnya aku sudah menyiapkan barang-barang yang harus dibawa untuk hari tersebut. Seragam sekolah, jas almamater, nametag peserta, buku catatan, alat tulis, beras 1kg, dan mie instant 2 buah. Jam 6.30 WIB aku berangkat menggunakan sepeda motor menuju Sabuga. Saat mau melewati jalan layang Paspati aku melihat jam yang ada di ponselku, ternyata waktu menunjukkan pukul 7.00 WIB, sedangkan acara dimulai pukul 8.00 WIB. Aku pun memutuskan untuk melewati jalur yang panjang agar sampai di Sabuga tidak terlalu pagi.



Setelah sampai di Sabuga, ternyata banyak sekali orang. Mulai dari peserta yang jumlahnya ribuan dan juga para pedagang yang menjual tempat nametag, papan dada, dan alat tulis. Aku langsung masuk ke dalam Sabuga dan mengumpulkan barang-barang yang sudah diperintahkan. Aku mencari-cari kelompokku, yaitu kelompok 15. Saat aku menemukan tempatnya, aku mendapat teman-teman baru, yaitu Aji dan Lusy yang berasal dari Indramayu, Nia dari Padalarang, Dera dan Deasy dari Bandung. Kami semua sangat kompak dan selalu pergi bersama-sama.
Hari pertama OPMB (Orientasi dan Pengenalan Mahasiswa Baru) diisi dengan pembacaan puisi Sunda dengan jumlah pembaca terbanyak sehingga memperoleh piagam penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia), upacara adat, sambutan dari rektor, pengenalan rektor dan dekan, dan pengenalan dua UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).
26 Agustus 2010
Hari kedua ospek sama seperti hari pertama, duduk dan duduk terus, pantat, punggung, kaki, dan mata semua lelah. Tapi mau bagaimana lagi semuanya harus dilalui. Hari kedua dilanjutkan dengan pengenalan UKM yang ada di kampus dan sampai pada upacara penutupan. Diakhir acara juga diberi pengumuman bahwa keesokan harinya yaitu tanggal 27 Agustus 2010 akan diadakan technical meeting untuk OPMB tingkat fakultas di fakultas masing-masing. Karena aku memilih jurusan yang ada di fakultas teknik, besoknya aku harus datang di kampus IV di jalan Setiabudi.
27 Agustus 2010


Aku bergegas pergi ke kampus fakultas teknik. Tepat pukul 7.45 WIB aku sampai disana dan bertemu teman satu SMA-ku yaitu Agung dan Cynthia, teman satu les di SSC. Kami melihat papan pengumuman, disana tertera nama-nama peserta yang sudah dibagi berdasarkan kelompok. Aku kebagian kelompok 20. Setelah itu kami semua dipisahkan berdasarkan jurusan-jurusan yang kami ambil. Aku pun berkumpul bersama mahasiswa baru yang mengambil jurusan teknik mesin. Saat itu dibagi kelompok lagi untuk ospek tingkat jurusan nanti. Setelah itu kami semua dikumpulkan di aula, di sana senior-senior memerintahkan apa saja yang harus dibawa dan digunakan untuk ospek fakultas besok. Emosi para senior pun mulai ditunjukkan, tapi aku biasa saja. Hal penting yang harus diingat dalam ospek adalah menuruti segala perintah senior.
28 Agustus 2010

OPMB tingkat fakultas dimulai. Peserta wajib datang sebelum pukul 7.00 WIB di tempat dengan jarak 100 meter dari kampus. Saat sampai disana, atribut kami diperiksa, jika ada yang tidak lengkap kami dibentak. Setelah itu kami berlari menuju kampus, disana pun ada pemeriksaan. Aku pun dimarahi karena membawa dompet. Padahal waktu technical meeting tidak ada larangan untuk membawa dompet, tapi pada saat itu malah dimarahi. Aku hanya diam saja. Dimarahi, dibentak tidak masalah buat aku, permasalahnnya adalah duduk sila dengan kepala tunduk selama berjam-jam. Punggung sakit, itulah masalahku. Setelah acara selesai aku hanya bisa tertidur pulas.
29 Agustus 2010
Hari kedua OPMB tingkat fakultas. Hari itu benar-benar hari sialku. Rambut yang kemarin lolos sekarang jadi permasalahn hinggak akhirnya dipotong secara paksa, ikat pinggang yang aku gunakan adalah pita warna oranye, itu juga jadi masalah, katanyanharus tali rafia, padahal aku mendengar dengan telingaku sendiri bahwa ikat pinggang harus warna oranye tidak menyebutkan harus tali rafia, dan yang terakhir adalah sarung. Aku tidak membawa sarung karena saat technical meeting tidak disuruh membawa sarung, pada hari itu sarung wajib dipakai, alhasil aku dimarah-marahi oleh senior.
Diakhir acara, MC mempersilahkan kita untuk mengeluarkan isi hatinya tentag OPMB. Ada satu orang mahasiswi baru yang ke depan dan menceritakan keluh kesahnya tentang senior yang galak. Tiba-tiba senior itu muncul dan memarahi kita semua. Senior yang marah tepatnya panitia yang memegang jabatan Tatib hampir bertengkar dengan panitia acara yang mengadakan sesi curhat. Suasana benar-benar kacau. Mahasiswa baru hanya berdiam diri, namun saat merasa mahasiswa baru ditindas kami semua berani melawan panitia Tatib yang semena-mena.
Seperti yang kuduga, semuanya hanya acting belaka. Aku juga pernah merasakan saat dimarahi dan saat memarahi. Itu semua sudah jadi makanan sehari-hari saat SMP.
30 Agustus 2010
Ospek jurusan atau disebut dengan Mabim (Masa Bimbingan) mahasiswa dimulai. Setiap jurusan yang ada di fakultas teknik ini berbeda-beda kegiatan tapi masih dilaksanakan di kampus yang sama. Di jurusan teknik mesin lebih santai, tidak terlalu kejam seperti ospek fakultas kemarin. Materi-materi yang disampaikan lebih spesifik mengenai jurusan.

31 Agustus 2010
Hari terakhir Mabim tentu harus semangat. Mulai dari kunjungan laboratorium, cara perwalian untuk semester 3, dan lain sebagainya semuanya diberikan oleh dosen dan kakak senior yang berpengalaman. Saat pulang, kami bersalaman dengan kakak-kakak senior untung mengakrabkan diri.

Aku sangat bersyukur sekali karena acara OPMB ini sudah selesai. Jujur, 7 hari ini sangat melelahkan, tidur kurang, punggung sakit, dan masuk angin. Mulai kuliah tanggal 20 September 2010, sebelum kuliah akan aku manfaatkan untuk istirahat supaya nanti aku bisa semangat dalam belajar.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP