Loading...
Sunday, July 11, 2010

Terdampar

terdampar-sinetron-indosiar

Sinetron Terdampar tayang di Indosiar setiap hari Selasa sampai dengan Kamis pulul 21.00 WIB yang kemudian diubah menjadi pukul 19.00 WIB pada hari yang sama. Memang saya kurang suka dengan sinetron Indosiar yang selalu menggunakan editan computer untuk membuat tokoh-tokoh yang berbau mistik, namun berbeda dengan sinetron ini. Sinetron ini membuat saya tertarik untuk menonton kelanjutannya.

Suatu hari, pesawat yang tak layak jalan dipaksa terbang oleh Pasha untuk pergi keluar kota. Dani yang merupakan seorang pilot tentu saja tidak mau karena itu dapat membahayakan para penumpang kapal. Pasha terus memaksanya dan akhirnya pesawat itu digunakan. Tiba-tiba pesawat tidak dapat dikendalikan dan akhirnya jatuh di sebuah pulau terpencil. Hanya Arya, Reza, Dani, Airin, Nadila, Pasha, dan Diandra yang diketahui selamat dalam kejadian itu. Mereka semua berusaha mencari pertolongan namun tak ada satu orang pun yang bisa menolong mereka. Mereka pun berusaha mencari informasi tentang pulau itu.

Pulau itu berada di daerah segitiga malelo (ngarang! Soalnya lupa lagi). Daerah tersebut merupakan tempat orang Malaysia bersembunyi dari para polisi laut Indonesia. Orang-orang Malaysia zaman dulu membangun sebuah penginapan yang digunakan Arya dan kawan-kawan untuk istirahat. Pulau itu tidak berpenghuni manusia tetapi berisi Dabah berupa dinosaurus dan pengikutnya berupa mahluk-mahluk hitam. Dabah dan para pengikutnya selalu menyerang orang-orang yang ada di pulau tersebut itu dibuktikan dengan banyaknya tengkorak-tengkorak di pulau.

Berhari-hari mereka hidup di pulau tersebut, setiap hari gelap mereka beruha bersumbunyi karena itu waktunya Dabah dan para pengikutnya mengerjar mereka. Mereka juga berhasil menemukan berbagai informasi tentang pulau dan Dabah. Dabah merupakan mahluk utusan Tuhan yang bertugas menghukum orang-orang yang tidak beriman. Mereka semua yakin, kalau mereka dikirim ke pulau itu karena mereka mempunyai banyak dosa yang belum terhapus.

Singkat cerita, mereka berhasil menemukan Masjid di Pulau. Padahal sebelumnya mereka tidak menemukan Masjid. Mereka pun bisa keluar dari pulai tersebut karena tirai yang menghalangi pulau itu dengan dunia luar terbuka. Alhasil mereka bisa kembali ke Jakarta. Tapi saying, baru beberapa hari mereka samapai di Jakarta, Dabah dan para pengikutnya mengikuti mereka sampai Jakarta. Itu karena di Jakarta kemaksiatan, korupsi, zina, masih merajarela. Keadaan Jakarta benar-benar kacau. Orang-orang sibuk mencari masjid untuk berlindung, namun itu sia-sia karena tiba-tiba masjid itu menghilang. Selain itu akan ada kapal yang bisa membawa mereka dari Jakarta, namun sayangnya mereka semua terlambat untuk naik kapal tersebut. (Bersambung)

Sinetron ini menyadarkanku akan berapa hal.
  1. Kiamat itu bisa terjadi kapanpun, maka dari itu kita harus lekas meminta ampunan pada Allah.
  2. Jika kita ingin selamat kita harus mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan pribadi.
  3. Sampai saat ini kita masih berlumuran dosa, tapi samapai saat ini juga kita belum beriman sepenuhnya pada Allah SWT.
  4. Kita harus mensejahterakan masjid.
  5. Dan masih banyak lagi pesan-pesan penting.

Sinetron ini sangat bagus untuk ditonton. Meskipun hanya fiktif tapi kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran berharga. Terutama dalam kehidupan sosial dan agama.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP