Loading...
Sunday, July 11, 2010

Temanku Korban Facebook

Kalian masih ingat dengan anak gadis korban facebook yang dibawa lari oleh seorang pria? Ya, berita yang masing hangat itu ternyata terjadi pada teman saya. Saya sempat kaget juga mendengarnya karena saya mengenal teman saya itu bukan dari SMA, tapi dari SMP!

Tersebutlah C, nama teman saya. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan satu orang adik laki-laki yang masih kecil. Menurut teman dekatnya, C itu selalu bertengkar dengan ibunya. Masalahnya sepele, hanya karena sang mama sering mengatur hidupnya secara berlebihan. C yang merasa dirinya sudah dewasa dan mampu mengatur hidupnya sendiri merasa keberatan dengan ibunya. Maksud si ibu memang baik, tapi C tidak suka itu. Padahal ibunya sering menuruti segala keinginannya. Mulai dibelikan handphone, laptop, dan lain sebagainya.

Sejak SMP sampai sekarang gaya hidup C dibiasakan mewah dan agak bebas. Mewah dalam arti keinginan C selalu dikabulkan oleh orang tuanya dan bebas dalam arti bebas tidak ada aturan-aturan seperti jam pulang setelah bermain dan lain sebagainya. Gaya hidup seperti itu membuat C sulit diatur saat ibunya sadar kalau perlakuannya itu salah. "C itu selalu berbohong, dia rela berbohong hanya untuk bermain dengan teman-temannya yang tidak ibu kenal samapai larut malam. Ibu khawatir, apalagi C itu adalah anak perempuan. Kalau ibu ingatkan C selalu marah-mara pada ibu", cerita ibunya C pada saya. Saya sendiri sedikit tak menyangka.

C pernah berpacaran dengan teman sekelasnya yang juga teman sekelas saya. Mereka berpacaran kurang lebih dua bulan. Tak lama setelah mereka putus, C sudah menggandeng lelaki lain. Ia pun tak lupa bercerita pada saya dan teman-teman lainnya. "Aku udah punya cowok, namanya S. Dia temen kecil aku", cerita C. Kami semua percaya. Saya juga tahu pacarnya, karena dia datang saat C merayakan ulang tahunnya yang ke-17.

Seminggu setelah merayakan ulang tahunnya C yang ke-17, tiba-tiba C tidak masuk sekolah. Kami teman sekelasnya bertanya-tanya. Ketua Murid kami yang telah mendengar ceritanya dari ibunya C menceritakan ke kami sekelas. "C kabur dari rumah, katanya ia bertengkar dengan ibunya. Ada masalah keluarga", kata sang KM. Kami semua berusaha menghubungi C, tapi tak pernah terhubung. Sebulan setelah itu datang seorang yang mengaku pamannya C, tapi ternyata dia seorang intel suruhan orang tuanya. Dia mencari tahu tentang S, katanya S membawa pengaruh buruk buat C. Saya hanya mengangguk-angguk sambil tak percaya mendengar cerita Om Intel.

Beberapa hari yang lalu, saya mendengar gosip kalau C telah keluar dari sekolahku. Katanya dia tidak sanggup melanjutkan sekolah dan ingin cepat menikah. Tentu saja beritu itu membuat kaget setengah mati. SMA beberapa hari lagi malah ingin keluar, ingin kawin lagi.

Kemarin, teman saya bertemu dengan ayahnya C. Ayahnya C bilang, "C sudah resmi keluar dari sini. Kamu tahu S? Pacarnya C. S itu temen facebooknya C udah gitu mereka langsung caaawww!!!". Saya yang mendengar cerita ini langsung kaget. C bilang padaku dulu kalau S itu adalah teman kecilnya, tapi kenapa ayahnya bilang kalau dia teman facebooknya. Coba pikir, kalau teman kecil pasti kelurganya tahulah.

Kalau menurut saya sendiri, itu semua salah C dan orang tuanya. Orang tua yang salah mendidik membuat sanga anak menjadi seperti itu. Sang anak yang sudah menginjak usia dewasa seharusnya bisa menjadi lebih dewasa, berpikir secara rasional, dan dapat membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pengaruh kemajuan teknologi pun sangat besar. Situs-situ pertemanan yang baru yaitu facebook mempermudah orang untuk saling berkomunikasi. Tidak semua orang di dunia maya itu baik. Maka hati-hatilah dalam memilih teman, kita boleh berteman dengan siapa saja tapi coba pikir dulu kalau diajak bertemu.

Sewaktu facebook masih belum terkenal, aku sangat senang sekali. Mengapa? Karena di sana adalah orang-orang jujur yang benar-benar mengakui isi profilnya. Seperti menggunakan nama asli, status percintaannya, sekolah, pekerjaan, umur, dan lain sebagainya. Tapi coba lihat sekarang, pengguna facebook semakin berlimpah, tua muda, kaya, miskin, dan lain sebagainya memiliki akun di situs pertemanan ini.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP