Loading...
Saturday, July 17, 2010

Sedih!

16 Juli 2010
Seperti hari-hari biasa, yang aku lakukan cuma online. Duduk di depan laptop berjam-jam, buka Facebook, Twitter, Plurk, dan blogging ke blog orang. Pada saat itu hatiku cukup berdebar saat melihat status orang-orang di facebook mulai membicarakan hasil SNMPTN. Aku mencoba santai dan berusaha menerima jika sudah melihat hasilnya nanti. Sejak tes berlangsung, rasa pesimis aku sudah muncul dan makin besar di minggu-minggu ini.
Jam 17.45 WIB di Facebook mulai riuh membicarakan situs SNMPTN yang bisa diakses tepat pukul 18.00 WIB. Aku yang sudah pesimis mulai malas untuk membuka situs tersebut. Tiba-tiba tepat pukul 18.00 WIB ada pesan masuk di toolbar Facebook, dari teman katanya situs SNMPTN sudah bisa diakses. Dengan harap-harap cemas aku membukanya dan benar memang sudah bisa diakses.
Aku turun ke lantai satu untuk mengambil air wudlu dan sholat. Setelah selesai sholat, aku memohon pada Tuhan untuk mengabulkan keinginanku, yaitu masuk PTN. Aku langsung berlari menuju laptop yang masih dalam keadaan on. Aku tulis kembali situs SNMPTN sama seperti saat aku mendaftar. Disitu terletak kotak untuk mengisi nomor peserta. Aku langsung membuka Facebook dan membuka album foto, kartu peserta sudah aku upload. Langsung saja aku menulis nomor peserta itu. Aku ketik satu persatu nomor supaya tidak ada kesalahan. Saat menekan enter tertera Maaf, nomor peserta 110-34-030317005 tidak diterima. Mataku melongo ke arah tulisan berwarna merah itu. Beberapa saat aku tidak dapat bergerak. Aku langsung berlari dan memberitahukan pada orang tuaku. Mama berusaha membuatku tegar dan langsung menghubungi Papa yang bekerja di Jakarta. Aku tidak sanggup membayagkan raut kekecewaan yang ada di wajah orangtuaku. Aku sedih, kecewa, dan sedikit depresi. Dua ponselku berbunyi, banyak SMS dari teman-teman yang menanyakan hasil SNMPTN, aku tidak sanggup membalas SMS mereka satu-satu, aku masih kecewa dengan semua ini. Malam ini, aku berusaha tidur dengan nyenyak.

17 Juli 2010
Aku masih memikirkan hal yang sama. Aku kembali menyalakan laptop, lalu aku buka situs SNMPTN dan mengisi kembali nomor peserta. Tidak ada perubahan. Aku membuka Facebook, hampir semua orang menyatakan kegembiraan, ada yang diterima di ITB, UPI, UNPAD, dan lainnya. Aku iri, bukan iri dengki tapi iri iri yang memotivasi supaya aku lebih baik di masa depan meskipun tidak masuk negeri.
Teria kasih buat teman-temanku yang memberikan aku semangat. Aku tidak akan melupakan kalian.
Tetap semangat DIVA TEGUH RESPATI! Ini adalah keberhasilanmu yang tertunda!!!!

2 comments:

  1. itu bukan hal yang besar
    aku juga saat SNMPTN yang pertama gagal
    akhirnya aku nganggur 1 tahun
    lalu coba SNMPTN lagi, alhamdulillah masuk Elektro ITS
    btw, apa diph ga punya cadangan selain SNMPTN ??

    ReplyDelete
  2. wah hebat. perlu dicontoh.
    aku sedang berusaha menguatkan diri.
    mungkin tahun depan akan mencoba lagi.
    ada, nunggu pengumuman STAN sama daftar UNPAS..

    ReplyDelete

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP