Loading...
Sunday, July 11, 2010

Kuchisake-onna / The Slit-Mouthed Woman


Cerita hantu perempuan bermulut robek sangat populer di sebuah kota di Jepang. Para warga sekitar percaya bahwa setiap pukul 5 sore wanita itu akan datang dan menculik anak-anak yang bermain.
Pada suatu hari ada beberapa orang anak yang dikabarkan hilang, polisi tentu saja menyelidiki masalah ini. Polisi tentu yakin bahwa kasus ini adalah penculikan dan tidak memercayai rumor wanita bermulut sobek.
Kyoko Yamashita adalah seorang guru sekolah dasar, ia berusaha membantu masalah muridnya yang bernama Mayumi Sasaki. Tiba-tiba datang wanita bermulut sobek dan menculik Mayumi. Kyoko melihat dengan jelas wajah wanita itu. Sejak saat itu Kyoko sedikit depresi dan berusaha menemukan Mayumi. Rekan gurunya bernama Noboru Matsuzaki mencoba menolongnya mencari Mayumi.
Noboru memperlihatkan sebuah foto pada Kyoko, Kyoko sangat kaget karena foto tersebut sangat mirip dengan wanita bermulut sobek yang dilihatnya. Akhirnya Noboru menceritakan kejadian sebenarnya pada Kyoko.
Tiga puluh tahun yang lalu, saat Noboru dan saudara-saudaranya masih kecil, mereka selalu menjadi bahan amarah ibunya. Ayahnya yang selingkuh dan pergi ke wanita lain meninggalkan istri dan tiga orang anak di sebuah rumah di atas bukit dan beratap merah. Muka Noboru dan saudara-saudaranya sering babak belur disiksa sang ibu, tapi mereka semua tak melawan dan tak berani kabur dari rumah.
Suatu saat Noboru keluar rumah, saat ia kembali alangkah terkejutnya dia karena saudara-saudaranya sudah menjadi mayat. Saudaranya itu dibunuh oleh ibunya sendiri. Tiba-tiba sang ibu menangis. Ia meminta supaya Noburo membunuhnya. Tentu saja Noburo tidak sanggup untuk membunuh ibunya. Tiba-tiba sang ibu mengambil gunting rumput dan mengancam akan membunuh Noburo jika Noburo tidak membunuhnya. Nobuo sangat takut dengan sikap ibunya itu, perlahan-lahan ia bergerak ke belakang untuk menghindar dari ibunya. Saat ibunya mau menancapkan guntuk pada tubuh Noburo, Noburo memegang sebuah pisau dan menggerakkan ke arah ibunya. Pisau itu mengenai mulut ibunya mengakibatkan mulut ibunya menjadi sobek. Ibunya terus mengancam dan akhirnya Noburo menancapkan pisau itu pada tubuh ibunya. Noburo memasukkan mayat ibunya dan saudaranya ke dalam sebuah lemari dan ia pun pergi mennggalkan rumah itu.
Noburo merasa bertanggung jawab atas kemunculan hantu ibunya. Ia harus berusaha menenangkan hantu itu meskipun ia harus mati.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP