Loading...
Thursday, July 8, 2010

Kembali ke Kacamata

Setelah tiga tahun lepas dari kacamata, akhirnya aku kembali mengenakan kacamata.

Pertama aku pakai mata saat kelas 9 SMP. Saat itu aku memiliki gangguan penglihatan jauh atau rabun jauh sebesar -0.5 Dioptri. Karena saat itu aku duduk di bangku paling belakang, pastinya tidak terlalu jelas saat membaca tulisan di papan tulis. Hanya 6 bulan aku pakai kacamata dan akhirnya aku melepas kacamata itu karena aku merasa tidak nyaman dan tidak bebas. Aku juga merasa dapat melihat cukup jelas.

Di kelas 10 SMA, aku merasa fine aja karena kebetulan selama 1 tahun itu aku duduk di bangku paling depan dan dapat melihat tulisan di papan tulis sangat jelas.

Gangguan mulai terasa di kelas 11. Aku dapat bangku kedua dari belakang. Aku merasa tak nyaman dengan penglihatanku, itu juga terbukti dengan prestasiku yang menurun. Saat belajar aku tak bisa konsentrasi karena penglihatanku, saat itu juga aku malas untuk meminjam catatan teman. Hehehe.

Tidak mau terulang seperti kejadian kelas 11, aku berpikir bagaimana dapat melihat jelas tanpa menggunakan kacamata. Ya, softlens jawabannya. Soflens sudah populer sejak lama tapi penggunanya masih sedikit dan kebanyakan perempuan yang ingin matanya terlihat indah. Berkat bantuan sahabatku aku membeli softlens tak berwarna alias bening. Saat diperiksa ternyata min-ku bertambah menjadi -1,75 D.




Aku membeli softlens yang bejangka waktu 1 tahun. Sulit sekali memakainya, tapi aku selalu berlatih agar keinginanku dan uang yang habis dipakai membeli softlens tidak sia-sia. Hal yang aku rasakan pertama kali adalah jelas, nyaman, dan tak terasa.

Baru beberapa 3 bulan memakai soflens aku mengalami gangguan mata. Selain mata aku yang sensitif terhadap debu, faktor lingkungan pun memengaruhi. Lingkungan panas, kering, dan berdebu membuat mataku kering. Mata yang kering membuat softlenspun kering. Softlens yang kering membuat pandangan kabur dan gatal. Saat-saat gatal adalah yang paling menyiksa. Sampai berminggu-minggu aku harus melepas softlens.

Aku pun mencoba lagi memakai softlens karena belum waktunya kadaluarsa. Nyaman dan enak dipakai. Tapi ibuku menyuruh untuk memakai kacamata. Aku sering berkata "malas" jika orang tuaku menyuruh aku untuk memeriksakan mata. Tapi karena orang tuaku yang mau membiayai pembuatan kacamata aku tak menolah untuk periksa mata dan akhirnya aku menggunakan kacamata lagi. Saat berpergian saja aku memakai softlens supaya lebih bebas gitu.. hahahaha

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP