Loading...
Sunday, April 18, 2010

Ujian Praktik, Rame, Kesel, Cape!!!

Ujian Praktik selalu dilakukan setelah ujian tertulis. Sudah menjadi kebiasaan di SMA Negeri 13 Bandung setelah Ujian semester dan kenaikkan kelas pasti diadakan ujian praktik, seperti Agama Islam, dan Pendidikan Jasmani.



Berbeda seperti biasanya, Ujian Praktik Akhir Sekolah sedikit berat. Hampir semua pelajaran di Ujian Praktikan. Materi ujian pun tidak diberikan jauh-jauh hari melainkan saat hari pelaksanaan atau satu hari sebelum hari pelaksanaan.



Senin - Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Selasa -Kimia dan Agama Islam

Rabu - Fisika dan Biologi

Kamis - Bahasa Perancis, Olah Raga, dan PLH

Jumat - TIK



Dari semua pelajaran yang paling mengesankan adalah Agama Islam, Olah Raga, dan PLH.



Setelah keluar dari Lab Kimia, aku dan teman-teman masuk ke ruangan tes agama. Hati tak tenang. Kami dipersilakan penghitung 1 sampai 3. Setelah itu 3 orang pertama mengambil kertas yang berisi tes apa yang dilakukan nanti. Otomatis berlaku untuk yang mendapatkan nomor yang sama. Saat mengucapkan nomor 3 aku sangat senang sekali karena aku kira aku dapat shalat jenazah. Saat orang pertama yang mengucapkan nomor 3 mengambil kertas ternyata dia mengambil kertas yang bertuliskan shalat duha. Akupun histeris karena aku hanya menghapalkan doa shalat jenazah. Akhirnya, salah seorang temanku mau bertuka tes denganku. Aku pun akhirnya mendapatkan tes shalat jenazah. Selain aku hanya menghapalkan doa jenazah, shalat jenazah itu tanpa rukuk dan sujud masalahnya celanaku bagian pantat itu robek sedikit. Bagaimana kalau terlihat temen-temen cewekku di belakang. Malu deh gue! Setelah praktik sholat, kami di tes satu-satu untuk membaca al-Quran dan doa sholat. Aku bisa membaca al-Quran dengan cukup lancar, namun saat hapalan doa sholat jenazah aku menyontek teks. Untuk Bu Nurkhaida yang baik hati tidak mempermasalahkan hal tersebut. Akhirnya aku berhasil menyelesaikan praktik pada hari itu.



Hari Kamis adalah hari yang sungguh melelahkan. Setelah praktik Perancis, sesuai jadwal adalah praktik PLH. Namun karena banyak sekali orang yang mengantri untuk mempresentasikan makalah PLH aku membujuk teman-teman kelomppkku untuk tes Olah Raga terlebih dahulu. Matahari yang sudah mulai berada di atas kepalaku membuat darahku mendidih pada guru Sosiologi yang membantu guru Olah Raga dalam tes praktik. Sepanjang waktu aku terus mengomel untuk cepat dimulainya praktik olah raga. Sepanjang tes aku melakukannya dengan asal-asalan yang penting ada nilainya tak berusaha berkompetisi dengan teman-temanku. Dalam pikiranku hanya ingin cepat beres dan keluar dari SMA Negeri 13 Baandung. Hahahaha.



Setelah praktik olah raga, aku lekas mengganti baju untuk mempersiapkan diri praktik PLH. Selama satu minggu aku dan teman-teman satu kelompok selalu berkunjung ke rumah temnku untuk mengejakan makalah ini. Saat presentasi makalah di hadapan anak kelas X aku berusaha tenang. Untung aku sedikit pengalaman dalam menghadapi audiens yang belum ku kenal. Aku sebagai moderator mulai membuka presentasi. Pikiran buruk selalu merasuki, aku berpijir salah seorang dari puluhan anak kelas X ada yang menghina aku. Anak itu mengacung-acungkan jempol, entah apa yang dia pikirkan. Aku berusaha tidak peduli. Setelah masuk bagian teman menyampaikan materi ada sedikit kesalahan, aku tenang dan biasa. Saat bagian penutupan dan pembacaan kesimpulan, anak kelas X mulai berteriak-teriak saat aku bicara. Penghinaan apa yang mereka pikirkan. Aku yang kesal menghentikan suara mereka yang sangat menganggu, dan akhirnya suasana terkendali dan akupun keluar dari kelas tempat tes berlangsung


0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP