Loading...
Saturday, March 6, 2010

Guru Peminta

Fenomena guru tukang peminta memang tidak asing ditelinga para pelajar yang penah menjadi korbannya. Guru peminta adalah guru yang kerjaanya meminta pada siswa. Buat kalian yang pernah mengalami hal-hal dibawah ini harap berhati-hati! Bila sampai ke tahap bahaya cepat laporkan pada guru BK atau wakasek kesiswaan!!!

Tahap awal..
+ Tahap perkenalan. Biasanya sang guru selalu meminta berkenalan. Baik yang diajar maupun yang tidak. Pokoknya selalu meminta supaya siswa mengenalinya.
+ Tahap menghapal. Naik setingkat dari tahap perkenalan yaitu tahap menghapal. Di tahap ini sang guru berusaha menghapal korbannya. Kalau kita sering bertemu dengannya, misalnya sering satu kendaraan saat pulang sekolah, dan dia sering menyapa kita sambil berusaha mengingat nama kita. Ingat, bukan menyapa biasa, tapi menyapa dengan ekspresi gembira yang berlebihan!
+ Tahap pendekatan. Di tahap ini, guru tersebut berusaha mendekati kita. Berusaha menjadi guru yang terbaik di mata kita. Guru yang bisa mengerti kita. Ingin jadi perfect lah di mata kita.

Tahap perintah
+ Tahap perintah ringan. Guru ini merasa dekat dengan kita, sehingga ia sering memerintah. Namun di tahap ini perintah guru tidak berat. Hanya sekedar simpan buku di mejanya, ambilkan buku di mejanya, ambilkan alat peragaan, dan lain sebagainya. Tapi semua perintah itu bukan diajukan pada KM atau petugas piket saat itu, melainkan pada siswa yang dia anggap paling dekat.
+ Tahap perintah cukup berat. Guru ini tidak memikirkan perasaan kita. Apakah kita keberatan? Apakah kita punya hal lain yang harus dikerjakan? Guru itu tetap saja meminta hal-hal itu. Kita sebagai siswa yang berbakti pada guru sulit untuk menolaknya. Di sini kita masih mau-mau saja bila kita di suruh mengantarkan guru ke rumahnya, menyimpan buku tugas teman setumpuk ke rumahnya, mengantarkan ke pusat perbelanjaan, dan lainnya.
+ Tahap perintah amat berat. Sehari sebelumnya beliau bilang pada kita, "Besok ibu ingin minjem uang ke kamu 50 ribu, bisa engga? Ibu enggak ada uang buat beli beras".

Tahap Bahaya
+ Tahap murah. Hati-hati kalau kita mendapat nilai jelek pada pelajaran guru itu. Segera laporkan kalau kita mendapat tugas remedial yang aneh, seperti:
"Mana oleh-oleh dari Tasik? Sok lah nilai mah gampang!"
"Sok durian dulu, ntar 80"
"Pang meulikeun heula pulsa 20 rebu, engke jadi 90"
"Tugasnya gampang, beli majalah Style"
+ Tahap marah + ancaman.
"Tolong cat rumah ibu supaya kamu lulus, kalau enggak kamu gak akan naik kelas!"
"Ibu lagi butuh beras sekarung, kalau enggak nilai rapot kamu di bawah KKM!"
"Banyak cucian kotor di rumah, sok supaya kamu lulus pang cuciin!"

Tahap-tahap di atas berdasarkan pengalaman kakak-kakak angkatan aku. Masalah ini pernah jadi hot news di tahun-tahun sebelumnya. Malah beritanya di denger semua pendengar radio seantero Bandung.

Perbincangan ini bukan hanya dikalangan siswa loh, malah dikalangan guru-guru juga. Malah aku sempat ngobrol masalah ini dengan salah seorang guru. Guru yang bercerita padaku, keponakannya pernah menjadi korban guru peminta ini. Tentu saja sang tante tak mau terima dengan perlakuan guru peminta ini. Masalah itu tentu saja terdengar oleh wakasek kesiswaan dan guru peminta itu tidak diizinkan mengajar selama satu tahun. Tapi ternyata eh ternyata, dia kembali lagi dengan sifat "peminta"-nya itu.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP