Loading...
Sunday, February 14, 2010

Belum Cukupkah Engkau Meyakitiku


"Kenapa Vina?", tanya Rani.


"Biasa Ran, ada masalah dengan Adi", kata Vina sambil terisak.


"Masalah apa?"


"Adi marah gara-gara aku belum sempat mengerjakan peernya. Aku dikata-katain olehnya"


"Kok, kamu mau aja ngerjain peernya? Kamu tuh pacarnya, bukan babunya! Aku sebagai sahabatmu tak terima! Biar aku hajar itu anak!"


"Jangan! biar aku saja yang menyelesaikannya"


Ponsel Vina bergetar, dia langsung membaca pesan itu.


"Bentar ya Ran! aku mau ke depan dulu", kata Vina.


Vina langsung pergi dan Rani menunggu di rumah Vina seorang diri. Karena Vina terlalu lama akhirnya Rani pulang dan berpamitan kepada orang tua Vina.



Keesokkan harinya di sekolah. Rani melihat Vina sudah dekat lagi dengan Adi. Rani sedikit kesal melihat kelakuan Adi sekarang apalagi kalau ingat cerita Vina kemarin. Rasanya ingin sekali memukul wajah Adi yang sedang memukuli sahabatnya itu. Rani langsung menghampiri Adi.


"Apa yang kamu lakukan?", tanya Rani.


"Apa sih kamu Rani? Ikut campur aja! Aku lagi memijat Vina", jawab Adi kesal.


"Bukan gitu caranya, itu malah membuat Vina mati!", kata Rani kesal.


"Sudah Ran, biar saja. Aku sudah biasa diperlakukan seperti ini", Vina berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Tuh kan, sana kamu!", usir Adi.



Sikap Adi yang selalu memukuli pacarnya sudah diketahui oleh seisi kelas. Entah apa tujuan dia, apa mungkin itu merupakan tanda kasihnya? Mana ada memberikan rasa cinta dengan cara memukul, menyubit, menyekik, dan lain sebagainya. Itu aneh. Rani sebagai sahabat akrab Vina merasa sahabatnya benar-benar diperlakukan semena-mena oleh Adi. Setiap ada masalah pasti Vina yang meminta maaf meskipun itu kesalahan Adi. Saat Vina meninggalkan Rani, ternyata Vina pergi ke tempat tongkrongan Adi dan memohon-mohon sampai bersujud-sujud hingga Adi mau memaafkan Vina. Rani tahu itu dari pacarnya yang kebetulan sering nongkrong di tempat yang sama dengan Adi.



Bel istirahat berbunyi,


"Vina kamu kenapa?", tanya Rani yang baru selesai mencatat.


Vina tidak menjawab, ia hanya menangis dan belum siap untuk menceritakannya.


"Jepjepjep.. Jangan nagis lagi. Tenang dulu", Rani berusaha menenangkan.


"Adi..", ucap Vina pelan sambil menangis.


"Ada apa lagi dengan Adi? Dia cari masalah lagi?", tebak Rani yang mulai emosi.


"Aku enggak tahan lagi disiksa gini", cerita Vina.


"Oh.. Ya sudah tenang", Rani masih berusaha menenangkan.


"Kenapa Vina?", tiba-tiba datang Lulu.


"Biasa sama Adi", jawab Rani.


"Aku kasih tau ya. Sebaiknya kamu harus memberi sedikit pelajaran untuk Adi. Mungkin dia sudah terbiasa menjadi orang yang benar, jadi saat dia salah ia tetap merasa benar", Lulu memberi nasihat, "Coba kamu beri sesuatu supaya dia kapok".


"Benar kata Lulu, ya sudahlah sekarang jangan sedih lagi", kata Rani.


"Iya, senyum dong! Vina harus ceria", Lulu berusaha mengubah suasana duka menjadi suka.


Vina tersenyum.



Vina benar-benar memikirkan saran dari kedua temannya itu. Ia berpendapatkan kalau yang dikatakan sahabatnya itu memang benar. Vina langsung mengirimkan pesan singkat melalui ponsel yang ada ditangannya.


Adi


Vina minta maaf sebelumnya. Vina benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap Adi yang seperti ini. Jujur, Vina masih mencintai Adi, tapi Vina ingin Adi berubah menjadi orang yang lebih menyayangi Vina. Mungkin untuk saat ini kita break dulu aja. Nanti kalau Adi merasa lebih baik dari sekarang, Vina juga akan lebih saying sama Adi.



Adi membalas,


Apa maksud kamu Vina? Kamu enggak tahu, kalau banyak kebiasaan Adi yang diubah semenjak pacaran sama kamu. Kamu harusnya bisa ngertiin Adi dong sebagai pacar. Adi juga mencintai kamu makanya sikap Adi banyak diubah sesuai keinginan kamu.



Vina membalas,


Sebaiknya kamu pikirkan lagi, untuk saat ini Vina akan menjauh dulu dari kamu untuk sementara atau selamanya.Intinya kita stop dulu hubungan kita ini. Terima kasih.



Pesan singkat itu merupakan pesan terakhir yang dikirim Vina. Vina tak memedulikan SMS balasan dari Adi. Vina ingin Adi berubah menjadi sosok yang bisa menyayanginya. Namun saying, Adi tidak sadar kalau hubungannya dengan Vina kandas. Ia tetap merasa dirinya tidak bersalah dan malah menyalahkan Vina kalau dia menjauhinya.

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP