Loading...
Sunday, January 10, 2010

Kenangan masa SMP

Kata siapa SMA masa yang paling indah? Pasti bukan kata aku. Menurutku masa paling indah tuh saat SMP. Kenapa ya? Ya, karena di saat inilah aku menemukan arti persahabatan, arti kekeluargaan dalam pertemanan, arti kebersamaan, dan lain sebagainya. Itulah yang paling sering membuat aku rindu dengan teman-teman SMP.

Sedikit flashback. Dulu waktu SD, aku benar-benar enggak betah. Aku sangat ingin keluar dari yang namanya SD. Mungkin pikiran aku dulu sedikit dewasa. Aku ingin semuanya benar dan sesuai aturan sedangkan waktu SD saatnya untuk belajar, bermain, bercanda tawa riang. Itu semua enggak aku dapet di SD. Semua teman-temanku saling memilih-milih teman sedangkan aku yang netral malah dijauhi karena memilih teman yang mereka anggap salah.

Banyak hal menjengkelkan lainnya yang aku dapat di SD. Mungkin enggak mungkin aku ceritakan karena terlalu panjang dan malah teringat masa kelam. Aku sempat berpikir ingi ikut jalur akselerasi, tapi sayang angkatan aku tidak kebagian karena kelas akselerasi hanya dua atau tiga tahun sekali.

Dulu, senang sekali keluar dari SD. Meskipun nilaiku tidak memenuhi syarat untuk masuk ke SMP pilihan pertama, tapi aku cukup senag masuk ke pilihan kedua, yaitu SMP Negeri 1 Bandung. Pertama kali masuk SMP yang aku rasakan hanya rasa malu. Malu karena namaku. Ya, Diva adalah nama untuk perempuan sedangkan aku adalah anak laki-laki. Akupun memperkenalkan diri dengan nama Teguh kepada teman-teman. Awalnya teman-teman SMP merasa aneh dengan namaku tapi merekapun mulai terbiasa. Ditambah wali kelas 7-2 adalah Bu Heni Rosliani yang satu komplek denganku selalu mendukungku. Di 7-2 aku akrab dengan Aulia, Ricky, Natasya, Ikhlas, dan Nurul Huda. Kami sering pulang bareng dengan berjalan kaki terlebih dahulu sampai IP (Istana Plaza) dilanjutkan dengan naik angkot. Itu pertama kali aku punya teman yang saling mengerti pokoknya Senang sekali.

Naik ke kelas 8, aku berpisah dengan teman-teman kelas 7. Aku masuk kelas 8-4 kelas yang isinya anak nakal semua. Itu gara-gara kebodohanku di kelas 7 karena tidak masuk ranking. Ranking 30 dari 42 siswa. Bodoh banget aku. Di kelas 8 aku harus mengejar. Gara-gara obsesiku mengejar ranking, aku jadi tidak peduli dengan pertemanan di kelas. Aku memilih duduk paling depan, sendiri, deket guru, dan barisan aku perempuan semua kecuali aku. Aku tidak peduli itu semua yang penting aku berhasil. Teman-teman barisan aku juga mendukung sekali mereka juga sering memintaku untuk mengajari mereka. Ak tidak keberatan, aku malah senang. Aku dekat dengan Aninda (Nana) dan Dida, mereka selalu mendukung aku agar tetap semangat, mereka membuat aku berpikir kalau keadaan di kelas itu tidak perlu dipikirkan yang perlu adalah masa depan. Aku sangat senang mempunyai teman baik seperti mereka. Selain ada teman yang baik ada juga guru yang baik dan takkan pernah kulupakan sampai kapanpun, yaitu Bu Yeti Maryati guru Biologi yang merangkap Fisika dan Kimia. Beliau guru yang baik pokoknya. Beliau juga wali kelas 8-4, berkat beliaulah aku jadi menyukai pelajaran IPA. Selain Bu Yeti adalah Bu Entin Fatimah seorang guru Bahasa Indonesia. Beliau guru yang menyenangkan, baik, supel TOP BGT laH!!! Karena aku senang belajar meskipun anak-anak kelas kurang akrab denganku alhasil aku bisa memperbaiki prestasiku, bisa meraih ranking 9 di semester 1 dan ranking 5 di semester 2.

Di kelas 9, aku merasa canggung lagi. Anak-anak seakan berbeda padahal kebanyakan dari mereka adalah teman sekelas waktu kelas 7. Mereka semua berubah terbawa pergaulan. Aku berusaha jadi yang terbaik diantara mereka tapi rasa canggung tetap saja ada. Di kelas 9-8 aku duduk sama Ghana, teman se-PMR dulu namun dia keluar di kelas 7. Ghana mau menerima aku duduk di bangkunya. Senang karena aku punya teman sebangku. Aku berusaha jadi yang terbaik dalam prestasi tapi itu susah karena kelas unggulan saingannya sangat berat. Tapi aku cukup  lumayan lah. Wali kelasku adalah Bu Atiek Mulyani, seorang guru fisika yang pikrannya omes. Pernah suatu saat ada pelajaran tentang elektromagnet. Saat mengeluar-masukkan magnet di kumparan, Bu Atiek berceloteh dengan gaya nakalnya, itu membuat anak-anak yang sudah baligh tertawa kegirangan.

Sebenarnya bukan di kelas masa indahku tapi di PMR...

Seragam batikAtribut SMPN 1

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP