Loading...
Friday, November 27, 2009

Kiamat 2012, benarkah??

Kiamat 2012, Benarkah?


Isu mengenai kiamat 2012 menjadi hangat dibicarakan saat ini. Sebagian orang mengbungkannya dengan ramalan suku Maya dan kehancuran dunia di tahun tersebut. Jika ditinjau dari siklus Matahari, tahun 2012 memang merupakan tahun meningkatnya aktivitas matahari. Seperti pada siklus sebelumnya, pada saat tersebut akan banyak terjadi aktivitas matahari yang mengganggu magnetosfer dan ionosfer Bumi. Namun, benarkah itu semua dapat menyebabkan terjadinya kiamat?


Puncak Siklus Matahari

Berdasarkan penomoran siklus Matahari yang berlaku saat ini, sekarang Matahari sedang berada pada awal siklus ke-24. Menurut perhitungan, puncak siklus matahari ke-24 akan terjadi pada sekitar tahun 2012-2013. Pada saat puncak siklus mathari seperti itu, kemungkinan terjadinya CME atau flare sangat besar. Hanya saja, ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini belu bisa memprakirakan persisnya kapan terjadi CME atau flare. Hal yang dapat dilakukan adalah mengantisipasi kemungkinan banyaknya aktivitas matahari dalam rentang waktu yang panjang, seperti tahun 2012-2013.


Aktivitas Matahari Ekstrem

Catatan mengenai aktivitas matahari menunjukkan bahwa ada beberapa tahun yang lalu telah terjadi aktivitas matahari yang ekstrem. Salah satunya adalah kejadian flare pada bulan Oktober hingga November 2003 yang menghasilkan flare terbesar sepanjang pengamatan matahari modern. Peristiwa ini diketahui berpengaruh langsung pada kondisi ionosfer, magnetosfer, dan beberapa teknologi landas bumi dan luar angkasa. Namun, peristiwa flare besar ini belum diketahui menyebabkan kehancuran planet seperti yang dinyatakan oleh ramalan mengenai tahun 2012.





Mungkinkah Super Flare menelan bumi?

Hingga saat ini belum diketahui bahwa pada zaman dahulu telah terjadi flare matahari yang sangat dahsyat atau disebut sebagai Super Flare. Flare itu sangat besar hingga dapat menelan bumi yang ukurannya hanya sekitar satu per tiga belas ribu ukuran matahari. Akan tetapi, karena jarak matahari-bumi relative jauh (150 juta kilometer), super flare tidak terlalu mengganggu kehidupan di Bumi secara keseluruhan. Selain itu, Bumi juga memiliki sistem perlindungan terhadap gangguan matahari maupun benda langit lainnya. Namun peristiwa super flare yang belum terjadi di masa lalu tentu bukan berarti tidak mungkin terjadi di masa depan. Ada banyak kemungkinan yang terjadi dan manusia belum mampu memprediksikannya.



Source: LAPAN

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP