Loading...
Saturday, October 10, 2009

Peringatan hari Ozon

Penurunan Lapisan Ozon di Indonesia Masih Aman


ozon 


Bandung, Lapan.go.id, Selasa (6/10), Ozon merupakan pelindung dari sinar ultraviolet. Lapisan ozon sangat penting bagi kehidupan seperti pentingnya atmosfer bagi kehidupan. Untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya ozon, Lapan memperingati hari ozon dunia 2009, yang jatuh pada 16 September di kantor Lapan, Bandung.


Peringatan hari ozon tersebut bertema Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Perlindungan Ozon. Berbagai kegiatan, mulai dari kuliah umum tentang perlindungan lapisan ozon, lomba cerdas cermat antar siswa SLTA, dan pameran produk ramah lingkungan dan eksperimen ilmiah oleh siswa SLTA, memeriahkan peringatan hari ozon. Peringatan hari ozon tersebut diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SLTA.


Deputi Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan (Deputi Sains), Drs. Bambang Tejasukmana, Dipl. Ing. membuka acara tersebut. Dalam sambutan pembukaannya, Deputi sains mengatakan bahwa bumi seperti tubuh manusia yang hidup dan berubah secara perlahan setiap saat. Contoh perubahannya adalah adanya musim kemarau, musim penghujan, adanya panas dan dingin. Fenomena tersebut adalah bagian dari kehidupan alam. “Perubahan besar lainnya adalah adanya gempa seperti yang terjadi di Tasikmalaya, Padang, dan Jambi. Manusia yang tinggal di atas permukaan bumi ikut terkena dampaknya,” Deputi Sains menjelaskan.


Perubahan juga terjadi pada ozon. ”Beberapa tahun yang lalu ozon berlubang diatas kutub, tapi sekarang sudah mulai menutup,” kata Bambang. Maka itu, menurut Deputi Sains, penting bagi manusia untuk mengetahui berbagai dinamika, fenomena, dan karakter dari alam semesta. Tujuannya, untuk meningkatkan kewaspadaan kita.


Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmisfer dan Iklim, Dr. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa kondisi lapisan ozon di Indonesia cenderung tipis. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya zat-zat perusak ozon. Namun, menurut Thomas, penurunan kadar ozon tersebut masih dalam batas aman.


Menurut hasil penelitian Lapan, tingkat lapisan atau ketebalan ozon setiap daerah bervariasi. Lapisan ozon di wilayah Indonesia bagian timur relatif lebih tipis dibandingkan dengan Indonesia bagian barat. ”Atinya secara hipotetis, potensi terjadinya katarak di wilayah Indonesia timur lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia bagian barat,” kata Thomas.


Kuliah umum tentang perlindungan lapisan ozon menghadirkan berbagai narasumber yaitu kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat Dr. Setiawan Wangsaatmadja, Dipl. SE. M. Eng. dengan topik Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani masalah lingkungan, Kepala Bidang Perlindungan Lapisan Ozon Kantor LH, Ir. Triwidayati, MT dengan topik Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Perlindungan Lapisan Ozon, dan Dr. Ninong Komala, peneliti senior Lapan dengan paparan mengenai Ozon Stratosfer.


Final perlombaan cerdas cermat tingkat SLTA diikuti oleh SMA Negeri 2 Cimahi, SMA Negeri 6 Bandung, dan SMA Negeri 13 Bandung. SMA Negeri 6 Bandung menjadi juara dalam perlombaan tersebut.



Sesi eksperimen kimia dan lingkungan atmosfer terbagi dalam 12 kelompok. Masing-masing kelompok melakukan eksperimen bertema komposisi atmosfer, ozon troposfer, penyerapan CO 2, polusi udara, efek gas rumah kaca, kenaikan muka air laut, pulau panas, hamburan cahaya oleh aerosol, hujan asam, pengujian tingkat keasaman, dampak hujan asam, dan kerusakan daun oleh gas SO 2.
Sumber: Humas/Sur

 


.....>>>> berita ini saya dapatkan dari situs lapan nasional... saya masukkan kesini karena ada saya di fotonya... hha..

0 comments:

Post a Comment

curat-coret di sini...

wibiya widget

BlogUpp!

 
TOP